Gerakan Mahasiswa Bebas Dari Kepentingan Politik

Isu pengulingan kekuasaan sebelum pemilu 2014 ditanggapi serius oleh presiden SBY Boediono dalam pertemuan silaturahim Elit Partai Demokrat di kediamannya di Cikeas Bogor, Minggu 18/03.

“Akhir-akhir ini saya menyimak adanya sejumlah fenomena politik yang kita tentu harus peduli, tidak boleh apatis.Fenomena politik yang saya maksud ada gerakan aneh yang saudara juga mengikuti, pokoknya pemerintahan ini harus jatuh sebelum 2014. pernah dengar?” kata SBY. (Detik.com,  18/03).

Di sisi yang lain, gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) mengeluarkan maklumat SBY-Boediono harus mundur dari jabatannya. Pertemuan mahasiswa itu  diselenggarakan di Kampus Universitas Satya Negara pada tanggal 27-28 Januari 2012 lalu.  Diikuti 128 Kampus dari 40 kota di Indonesia.

Berikut petikan wawancara Ahmad Fauzan Sazli dari KabarKampus.com bersama Jati Pramestianto, mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial Politik (ISIP), Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Jakarta, Minggu malam (18/03). Jati adalah salah satu penggagas berdirinya Konami.

SBY mengatakan ada kelompok tertentu yang ingin menggulingkan dirinya sebelum 2014. Apakah gerakan mahasiswa ada di balik kelompok itu?

Saya mengira pernyataan SBY itu ada indikasi kepada gerakan mahasiswa pada 27 Maret 2012 nanti. Gerakan itu kemudian membesar menjadi gerakan-gerakan rakyat seperti  buruh dan tani. Gerakan ini membuat SBY Panik.  SBY kemudian mencoba untuk melempar opini untuk meredam dan memecah belah gerakan mahasiswa. Ini adalah tanda-tanda orang panik. Tanda-tanda kejatuhannya.

 

Seberapa serius Konami ingin menggulingkan SBY-Boediono sebelum 2014?

Kami jawab dengan tegas bahwa SBY-Boediono harus turun sekarang juga.  Secara fakta SBY-  Boediono telah gagal menjalankan fungsinya sebagia seorang pemimpin. Keseriusan kami akan kami buktikan pada  tanggal 27 Maret nanti.  Dan barisan mahasiswa akan menjadi barisan eksekutor untuk menurunkan rezim yang sudah mengkhianati rakyat. Kami tidak akan mundur sebelum SBY jatuh.

Fakta apa yang menunjukkan SBY-Boediono telah gagal?

Faktanya jelas. Banyak kasus korupsi diantaranya kasus Bank Century yang merugikan negara sebesar 6.7 trilyun, kasus pajak Gayus, kasus korupsi wisma atlit oleh Nazarudin, dan sebagainya. Dalam kasus pelanggaran HAM, SBY bukan hanya gagal menuntaskan kasus pelanggaran HAM namun justru menambah kasus pelanggaran HAM baru seperti di Mesuji dan Bima. Dari sisi perekonomian SBY menambah beban hutang  baru hingga mencapai  Rp. 1700 Milyar dollar.

Kemudian penegakan hukum yang berpihak kepada orang-orang yang jauh dari asas keadilan dan berpihak kepada orang-orang yang memiliki uang seperti kasus Nenek Aminah yang ditahan lebih dari 1 bulankarena mencuri kakau seharga Rp. 7500, kasus Supriadi yang dipenjara 1,5 bulan karena mencuri 2 batang singkong karena kelaparan, dan kasus AAL anak dibawah umur yang diponis bersalah karena mencuri sendal jepit, sementara tercatat lebih dari 60 tersangka korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara, bupati hingga anggota DPRD yang justru diponis bebas walaupun total uangkorupsi mencapai mencapai 600 milyar. Sedangkan rencana kenaikan BBM merupakan rentetan penderitaan rakyat Indonesia.

Apakah gerakan mahasiswa untuk menurunkan SBY-Boediono ini berafiliasi dengan partai politik?

Mahasiswa sudah kembali pada tracknya sebagai agen perubahan yang jauh dari politik praktis. Gerakan kami bebas dari kepentingan politik. Kami berpijakkepada kebenaran  dan tidak bergantung kepada partai politik manapun atau kelompok apapun. Saatnya semua elemen mahasiswa bersatu membentuk sebuah perlawanan masif untuk menyelamatkan negeri dari kehancuran. Selama SBY tidak berpihak kepada rakyat kami akan melawan.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published.