Sampah Sebagai Energi Baru di ITS

Ahmad Fauzan Sazli

its.ac.id

SURABAYA, KabarKampusInstitut Teknologi Sepuluh November (ITS) mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan rumah kompos di kampus ITS. Kedua program ini merupakan bagian dari solusi untuk mengatasi sampah organik dan non organic di ITS

Untuk saat ini PLTSa mampu menghasilkan energi listrik sebesar 3 kilowatt (kw). Daya ini cukup untuk menerangi sepanjang jalan asrama mahasiswa ITS selama dua jam. Di sekitar asrama mahasiswa ini  memiliki sebelas tiang lampu dengan kebutuhan daya sebesar 125 watt tiap lampunya.

“Prinsip kerja PLTSa ini sama dengan PLTU, yakni uap dari pembakaran sampah digunakan untuk menggerakkan turbin yang akhirnya menghasilkan listrik” kata Pimpinan PLTSa Bambang Sudarmanta, seperti dilansir dari laman ITS, Jum’at 22/03).

Menurutnya, PLTSa ini hanya menggunakan sampah non organik. Sedangkan sampah organik dialihkan untuk proses komposting di rumah kompos.

Pengolahan sampah organik ini yaitu, sampah yang telah ditimbun dihancurkan menggunakan mesin diesel. Kemudian ditimbun kembali sekitar 15 hingga 20 hari. Untuk mempercepat proses pengomposan, di bawah tempat penimbunan disisipkan pipa paralon sebagai saluran udara yang nantinya akan dialiri oksigen.

“Dengan ini, kita juga tidak perlu lagi membolak-balik timbunan kompos,” jelas Susi Agustina Wilujeng, Ketua Pelaksana Rumah Kompos ITS.

Menurut Susi, hasil pengomposan sampah organik tersebut digunakan sebagai pupuk. “Tanaman di ITS tak lagi menggunakan pupuk buatan dan pestisida. Jadi, sampah ITS tidak terbuang percuma,” ungkapnya.

Jumlah sampah yang cukup tinggi di kampus ITS, mulai saat ini tak lagi jadi masalahan.[]

 

Komentar Kita

comments

About admin

KabarKampus diterbitkan oleh PT Cita Insan Cemerlang berdiri tahun 2011. Menyuguhkan informasi dunia kampus di Indonesia.

Connect

View all Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.