Mahasiswa UNY Pindahkan Wayang ke Handphone

Ahmad Fauzan Sazli

Ilustrasi / http://dcc-dp.org

YOGYAKARTA, KabarKampus – Wayang sebagai hiburan menarik di desa-desa di pulau Jawa kini sudah mulai ditinggalkan. Bisa jadi anak muda saat ini tak mengenal  tokoh-tokoh dalam pewayangan. Salah satu penyebab rendahnya apresiasi terhadap wayang adalah teknologi.

Melihat kondisi itu, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri  Yogyakarta (FT UNY) membuat Software yang berisi barbagai macam seri-seri cerita wayang serta penokohan yang digunakan di handphone. Software tersebut dinamakan “Puppet” Comics Mobile.”

Ide kreatif ini dikembangakan oleh kelompok Program Kreativits Mahsiswa FT UNY  yaitu,  Fera Zulkarnain, Aqimi Dinana, Nafngan Fitriansah, dan Fadli Rozaq.

“Wayang tidak hanya sebatas pementasan. Pelestarian wayang sangat penting untuk dilakukan, karena merupakan budaya asli indonesia yang penuh dengan unsur-unsur nilai kehidupan dan harus kita banggakan”, kata Fera Zulkarnain, ketua kelompok.

Menurutnya, software Puppet Comics Mobile dikembangkan bukan untuk mematikan pentas pewayangan yang telah ada. Melaui karya ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk sarana promosi dan pengembangan media wayang

Proses instalasi software aplikasi ini tidak rumit. Pengguna hanya memasukkan file instalasi program ke dalam perangkat telepon seluler. Program ini akan terpasang dan siap digunakan.

Dengan menu dua bahasa yakni Indonesia dan Inggris, aplikasi ini memberikan fasilitas kepada pengguna untuk memahami dan mendapatkan informasi mengenai cerita wayang. Selain itu, pengguna dapat mengenal tokoh-tokoh wayang yang ada pada cerita tersebut. Dalam aplikasi ini juga ditampakkan fitur penokohan yang berisi karakter detail dari tokoh-tokoh pewayangan yang terkait dengan cerita.

Software ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman java mobile. Dari data yang dihimpun pada tahap pengujian oleh pengguna, dapat disimpulkan bahwa software ini layak untuk dikembangkan karena apresiasi yang cukup tinggi.

“Ke depan, akan terus dikembangkan dan diperbaiki, khususnya  dalam hal interaktivitas agar dapat menghasilkan produk yang lebih baik lagi”, ungkap Fera.[]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.