More

    Guruh Lebih Menerima Bahasa Alay Daripada Bahasa Indonesia Campur Inggris

    Ahmad Fauzan Sazli

    04 09 2013 Guruh Soekarno Putra

    Guruh Soekarno Putra mengisi kuliah umum di FIB UI, Rabu, (04/09/2013). FOTO : AHMAD FAUZAN SAZLI

    - Advertisement -

    JAKARTA, KabarKampus – Guruh Sukarno Putra merasa miris dengan penggunaaan bahasa Indonesia yang tercampur dengan bahasa Inggris. Ia melihat banyak presenter banyak tayangan televisi sering mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggiris.

    “Mereka menyapa penonton dengan bahasa Inggris. Ciut saya mendengarnya,” kata Guruh dalam kuliah umum bertajuk “Seni dan Pembentukan Karakter Bangsa di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, Rabu, (04/09/2013).

    Menurutnya, orang Indonesia seneng menggunakan bahasa yang bukan bahasanya. Mereka menganggap penggunaan bahasa Inggris lebih berkelas.

    Hal ini tidak hanya terjadi pada presenter televisi, namun juga terjadi pada nama-nama televisi seperti MetroTV  dan TVONE yang jelas-jelas menggunakan bahasa Inggris. Begitu juga pada nama-nama acaranya, seperti head line news, dan sebagainya.

    “Inilah keprihatinan terhadap kebudayaan Indonesia,” katanya.

    Guruh mengungkapkan, salah satu contoh di atas menunjukkan bahwa kebudayaam asing  telah menjadi raja di negeri sendiri. Ini adalah salah satu dampak dari konspirasi global. “Kebudayaan kita telah dijajah oleh kebudayaan asing,” katanya.

    Menurut Guruh, dalam suasana tidak resmi, ia lebih menerima bahasa alay dari pada bahasa dari pada bahasa Inggris. “ Bahasa Alay itu kreativitas bangsa sendiri,” katanya.

    Dalam kesempatan itu Guruh mengajak mengajak mahasiswa berkepribadian budaya Indonesia.Selain itu, ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak mencampur adukkan Bahasa Inggris dan Indonesia.[]

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here