Kronologis Tewasnya Lima Mahasiswa Unand

Ahmad Fauzan Sazli

Mapala unandPADANG, KabarKampus – Lima mahasiswa Universitas Andalas tewas terseret air bah di Sungai Padang Janiah, Batu Busuk, Padang, Senin, (30/09/2013). Sementara satu mahasiswa hingga saat ini belum ditemukan.

Dalam peristiwa ini dua mahasiswa, yakni Ivo Nurdio Putra, mahasiswa Prodi Sosiologi, FISIP 2009) dan Meta Ramarita, mahasiswi Fakultas Peternakan, BP 2010 terhindar dari seretan air bah tersebut.

Keberadaan kedelapan tim survei Mapala Unand ini di sungai tersebut adalah dalam rangka menetapkan lokasi alternatif untuk kegiatan latihan dasar yang rutin dilaksanakan setiap akhir tahun. Sebelum berangkat Mapala Unand juga telah perlengkapan logistik dan peralatan pendukung lainnya, serta  melengkapi semua dokumen yang diperlukan untuk sebuah survei.

Menurut Ivo, musibah terjadi ketika menyeberangi sungai, air bah datang secara tiba-tiba dan menyeret enam orang yang sudah masuk sungai lebih dulu. Padahal mereka sebelumnya sudah menunggu di sisi sungai lebih dari satu jam untuk menyeberang, saat air terlihat bisa untuk diseberangi, kemudian mereka memutuskan untuk menyeberang.

“Namun naas datang, baru sekitar satu meter menyeberang, air bah datang dan menyeret 6 orang personel Mapala Unand” ungkap Ivo, seperti yang dirilis oleh Unand, Senin, (30/09/2013).

Ivo dan Meta tidak dapat melakukan pertolongan karena air semakin besar dan sangat deras sekali. Mereka menyaksikan bagaimana teman-teman yang dibawa air bah berpegangan dan bergulat untuk berupaya menyelematkan diri. Namun kekuatan air bah yang begitu besar membuat enam temannya tidak terlihat lagi.

Upaya yang dilakukan Ivo dan Meta adalah memberi informasi dan melaporkan kejadian ke Posko di Sekretariat Mapala Unand, Gedung PKM Unand. Kemudian Posko Mapala menghubungi semua jalur agar dapat memberi bantuan sesegera mungkin dan memberi tahu pimpinan Unand.

Setelah magrib, berbagai bantuan, relawan dan tim dari berbagai elemen baik yang berasal dari Pemerintah Kota Padang dan maupun dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sudah berada di lokasi Batu Busuak.  Pimpinan Unand, Wakil Rektor III bersama tim dari berbagai elemen Universitas juga sudah berada di lokasi bersama mahasiswa, relawan dan masyarakat,.

Pada malam Minggu tersebut hanya dua orang peserta yang dapat dievakuasi, yaitu Artica Caspela (Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran) dan Elin Florita (Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian). Kedua korban ini langsung dibawa ke Rumah Sakit M. Djamil Padang.

Karena hari sudah menunjukan pukul 23.00 dan cuaca kurang mendukung akibat hujan deras, maka kegiatan mencari dan mengevakuasi korban dihentikan. Kemudian pagi hari Minggu, ditemukan lagi Deni Linardo (Fak. Pertanian, BP 2010), Vegian Rizki Ananda (Fakultas Ekonomi, BP 2012), Riski Tega (Fakultas Ekonomi D3, BP 2010 ) di Muaro Ulak Karang dan dekat Basko Super Mall.

Sampai pukul 18,00, Aidil Akbar Walsya belum dapat ditemukan meskipun tim telah bekerja keras dengan menyisir sungai dua kali mulai dari Batu Busuak sampai ke Muaro Ulak Karang. Kemudian tim juga mencari sepanjang kiri dan kanan Muaro Ulak Karang.

Lokasi Sungai Padang Janiah ini telah digunakan untuk pendidikan dasar Mapala semenjak tahun 1990-an. Selain sungai ini merupakan lokasi pelintasan bagi masyarakat sekitar jika ingin ke hutan atau ladang di perbukitan.

Survei yang dilakukan Mapala Unand ini karena beberapa rute jalan yang ditempuh selama ini telah mengalami rusak berat akibat banjir bandang yang terjadi pada bulan September 2012 yang lalu.[]

Komentar Kita

comments

About admin

KabarKampus diterbitkan oleh PT Cita Insan Cemerlang berdiri tahun 2011. Menyuguhkan informasi dunia kampus di Indonesia.

Connect

View all Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.