More

    Mahasiswa ITS Sulap Kardus Jadi Kursi

    Ahmad Fauzan Sazli

    Kursi dari kardus mahasiswa ITS

    Kursi dari kardus buatan mahasiswa ITS. FOTO : ITS

    - Advertisement -

    SURABAYA, KabarKampus – Kreativitas tanpa batas diwujudkan mahasiswa Institut Teknologi Sebelas November (ITS) Surabaya.  Keempat mahasiswanya menyulap kardus menjadi tempat duduk alias kursi yang menarik.

    Keempat mahasiswa tersebut adalah mahasiswa Desain Produk Industri ITS yang terdiri dari Angger Diri Wiranata, Indra Syamsu, Muh. Arif Susanto, dan Octiana Dwi Anggara. Mereka memanfaatkan kardus menjadi  furnitur interior atau furnitur pajangan produk di pertokoan. Mereka pun menamai produk mereka dengan Dus Duk Duk.

    Menurut Anger Diri Wiranata, kursi kardus ini terinspirasi dari tugas kuliah dasar desain. Pada saat itu mereka membuat kursi dari kardus yang bisa diduduki, dan dinaiki oleh kedua kaki.

    “Pada saat produk tersebut dipamerkan, ternyata banyak yang suka dan tertarik terhadap karya tersebut,” kata Anger.

    Kemudian usai pameran, ia pun memutuskan untuk melanjutkan karya tersebut. Bersama ketiga teman sejurusan, mereka lantas berinovasi mengembangkannya menjadi bisnis baru. Hasilnya ternyata cukup memuaskan.

    Indra Syamsu menjelaskan, bahwa usia Duk Duk Duk kerap menjadi pertanyaan calon konsumen. Menurutnya, jenis barang seperti furniture ini bisa tahan satu hingga dua tahun. Selain memang terdapat teknik khusus dalam pembuatannya, timnya juga telah menyiapkan suatu cairan yang bisa membuat tahan kertas kardus dari air dan terlihat lebih kuat dan kaku.

    “Asal tidak dekat dekan api, barangnya bisa awet,” jelas Indra.

    Arif Susanto  menceritakan bahwa Dus Duk Duk telah resmi launching bersamaan dengan Ide Art 2013, April lalu. Kala itu, mereka memamerkan satu set kursi dan meja serta beberapa jenis furnitur interior lain. Gayung bersambut, beberapa pesanan produk Dus Duk Duk pun lantas menghampiri mereka.

    Salah satu pesanan datang dari butik milik Luna Maya. Selain itu kursi ini juga dipesan oleh lima pusat perbelanjaan di Surabaya, Sidoarjo dan Malang.

    “Awalnya itu lewat alumni yang memotret produk kami, kemudian dipromosikan ke teman-temannya, salah satunya ya Mbak Luna itu,” tambah Arif.

    Tak sampai disitu, pesanan demi pesanan mulai mengalir. Di antaranya, pesanan untuk 2000 unit packaging dari bahan kertas kardus, furnitur berupa rak, meja belajar anak, serta furnitur untuk dekorasi butik dan hotel. Total omset mereka sudah mencapai sepuluh juta rupiah dalam delapan bulan.

    Guna menarik minat pasar, tim Duk Duk Duk ini juga menerima special order. Misalnya, terdapat tambahan karikatur pada furnitur yang dipesan, corak dan warna yang berbeda atau tambahan sentuhan batik.

    Duk Duk Duk ini juga ambil bagian dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan di di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 26 di Universitas Mataram.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here