More

    FIA Universitas Brawijaya Bubarkan Paksa Pemutaran Film Samin VS Semen

    01 05 2015 DandiMALANG, KabarKampus – Satuan Pengamanan Universitas Brawijaya (UB) membubarkan paksa pemutaran dan bedah Film Samin vs Semen dan Alkinemokiye di Kampus UB, Malang, Jumat malam, (01/05/2015). Pembubaran paksa dalam acara yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa Dianss FIA UB ini dilakukan saat acara tengah berlangsung atau 30 menit setelah acara dimulai.

    Menurut Chandra Eka Prasetya, Pemimpin Redaksi LPM Dianss,acara ini rencananya akan digelar selama dua jam dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Namun saat acara baru mulai yaitu pukul 19.300 acara dihentikan paksa oleh Satpam FIA UB atas intruksi fakultas.

    “Satpam FIA mengatakan bahwa acara ini harus dihentikan karena tidak memiliki izin dari fakultas,” kata Chandra dalam keterangan rilisnya, Sabtu, (02/05/2015).

    - Advertisement -

    Padahal, menurut Chandra, panitia telah mengantongi surat izin dari rektorat yang telah dibubuhi tanda tangan dari Siti Marfuah, Kasubag Rumah Tangga rektorat. Karena sebelumnya, pihak fakultas telah memberikan wewenang izin tersebut kepada pihak rektoran. Dalam surat izin dari rektorat yang dikeluarkan pada tanggal 13 April 2015 tidak menyebutkan izin tersebut harus melibatkan pihak fakultas.

    Menurut Chandra, setengah jam sebelum pemutaran film, empat orang satpam FIA mendatangi panitia yang sedang mempersiapkan acara. Mereka menanyakan perihal izin pelarangan tersebut. Pihak panitia pun memberika izin yangtelah diberikan pihak  rektorat.

    “ Akan tetapi, satpam FIA tetap menganggap acara tidak berizin dan meminta panitia menghubungi Sri Mangesti dan Bambang Supriyono selaku Dekan FIA. Namun, tidak ada jawaban atas panggilan yang dilakukan. Bahkan nomor Sri Mangesti mendadak tidak aktif,” terang Chandra.

    Selanjutnya kata Chandra, setelah mengalami perdebatan selama 1.5 jam, mereka memutuskan untuk tetap memulai acara karena pemateri dan peserta diskusi mulai memenuhi tempat acara. “Selama acara berlangsung, kurang lebih 20 orang satpam berjaga di sekitar gedung A. Mereka bukan hanya satpam FIA, melainkan juga anggota Markas Komando (Marko) UB,” kata Chandra.

    Namun kata Chandra, selama pemutaran film, beberapa orang panitia tetap melakukan negosiasi intensif dengan pihak keamanan. Hingga pada pukul 20.45 WIB, salah satu anggota Marko maju ke hadapan peserta diskusi diikuti satpam FIA menyatakan dengan tegas bahwa acara harus dihentikan.

    “Pembubaran tersebut dilakukan dengan dalih bahwa panitia tidak memiliki izin penyelenggaraan acara,” ungkap Chandra.

    Acara pun berakhir tanpa sempat menggelar diskusi. Dan sejak awal persiapan acara dilakukan sampai terjadinya pembubaran, Puji Kusmanto maupun pihak birokrat FIA lainnya tidak ada di lokasi pemutaran film.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here