More

    JK Persoalkan Sedikitnya Orang Muslim yang Kaya di Indonesia

    Jusuf Kalla, Wapres RI mengisi kegiatan Inspirasi Ramadhan di Masjid Salman ITB, Bandung, Minggu, (19/06/2016). Foto : Ahmad Fauzan
    Jusuf Kalla, Wapres RI mengisi kegiatan Inspirasi Ramadhan di Masjid Salman ITB, Bandung, Minggu, (19/06/2016). Foto : Ahmad Fauzan

    BANDUNG, KabarKampus – Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia mempersoalkan sedikitnya orang muslim yang kaya di Indonesia. Ia melihat dari 100 pengusaha kaya di Indonesia, hanya 10 persen yang merupakan orang Islam.

    “Jadi kalau ada 100 orang kaya di Indonesa, kurang lebih 10 persennya orang Islam. Sebaliknya 100 orang miskin di Indonesia, 10 persennya bukan orang Islam. Jadi orang Islam yang miskin paling banyak,” katanya dalam ceramah Inspirasi Ramadhan di Masjid Salman ITB, Minggu, (19/06/2016).

    Ia juga melihat bila ada pembagian zakat yang mengantri banyak. Sementara muzzaki atau pemberi zakat masih sedikit.

    - Advertisement -

    “Jadi kita masih memerlukan muzzaki,” katanya.

    Padahal, kata JK, Islam tidak memerintahkan untuk tidak kaya atau sengsara dahulu baru mendapatkan kebahagiaan di surga. Namun harus seimbang antara dunia dan akhirat.

    “Kalau dunia tidak didapat maka akan sulit mendapatkan akhirat,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak ummat Islam untuk berinovasi. Mengolah ilmu pengetahuan yang berlimpah agar bernilai ekonomi.

    “Generasi sekarang sangat akrab dengan IT. Ada teknologi lain seperti nanoteknologi, manufacturing, dan sebagainya. Tinggal bagaimana kita menjadikan ilmu-ilmu ini menjadi bisnis,” kata JK.

    Selain itu ia mengajak umat Islam menjadi pengusaha. Ia mengingatkan yang sunnah itu tidak hanya pernikahan, namun juga berdagang.

    “Orang sering bilang kalau menikah itu sunnah, tapi tidak pernah menyebut berdagang itu juga sunnah, karena Rasulullah dahulu adalah pedagang,” ungkap JK.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here