More

    Film-film Indonesia Untuk Merayakan Hari Kemerdekaan

    NATALIA OETAMA

    Film-film Indonesia yang mengusung tema perlawanan terhadap penjajahan kiranya dapat menjadi pemantik untuk memulai mempelajari sejarah Indonesia. Dari film pula kita dapat mengetahui bahwa seorang pahlawan tidak hanya mereka yang mengangkat senjata.

    Film bertema perlawanan terhadap penjajahan atau tema sejarah tentu punya maksud. Di sinilah film dapat menjadi medium integrasi sosial yang membangun kesadaran kolektif. Salah satu contohnya kisah perjuangan Tjoet Nyak Dhien pada masa kolonial di Aceh juga dapat dianggap sebagai perjuangan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Tokoh perempuan ini sekaligus menjadi “model” perjuangan atau sosok yang patut dicontoh.

    - Advertisement -

    Tentu tak hanya kisah heroik Tjeot Nyak Dhien. Ada juga film-film tentang pergerakan dan pergolakan pemikiran
    misalnya film Guru Bangsa: Tjokroaminoto dan Soegija. Atau film-film dokumenter yang mengisahkan secara lugas dan nyata tentang perjuangan para petani melawan kekuasaan perusahaan semen.

    Film-film ini membuat kita sebagai penonton menjadi lebih menyatu dalam banyak hal. Lewat film di bawah ini kita dihadapkan dengan persoalan masa depan bangsa Indonesia.

    1. Tjoet Nyak Dhien (1988)
    Film tentang pahlawan wanita yang berasal dari Aceh ini pernah dirilis pada tahun 1988 yang diperankan oleh Christine Hakim. Film besutan Eros Djarot meraih gelar film terbaik FFI 1988. Serta film ini pulah yang membuka mata dunia tentang peradaban (film) Indonesia saat diputar di Festival Film Cannes pada tahun 1989

    2. Soegija (2012)
    Seperti banyak pahlawan-pahlawan lain yang namanya hampir tidak pernah didengar, begitu juga dengan Albertus Soegijapranata. Film tentang tokoh Soegija yang diberikan gelar pahlawan Nasional oleh Ir. Soekarno ini dikemas dengan rapi oleh Garih Nugroho. Budayawan Nirwan Dewanto ditunjuk untuk memerakan tokoh utama dalam film yang dirilis pada tahun 2012 silam ini.

    3. Soekarno (2013)
    Presiden pertama Republik Indonesia tentunya pantas untuk diceritakan dalam sebuah film. Pada akhir 2013 silam, Hanung Bramatyo merilis film tentang sang Prokalamator. Film Soekarno ini kemudian memangkan ajang ASEAN International Film Festival. Ario Bayu ditunjuk sebagai pemeran Soekarno pada film yang sempat terpilih menjadi perwakilan Indonesia di ajang bergengsi Academy Award 2015 untuk kategori film berbahasa asing terbaik.

    4. Guru Bangsa : Tjokroaminoto (2015)
    Guru adalah sosok pahlawan tanpa tanda jasa, kali ini Garih Nugroho kembali menjadi sutradara dari film bertema pahlawan yang menceritakan tentang kehidupan HOS Tjokroaminoto. Film ini dirilis pada April 2015 lalu dan diperankan oleh Reza Rahadian. Film ini juga sempat menjadi nominasi film terbaik FFI 2015.

    5. Jenderal Soedirman (2015)
    Tepat 10 hari setelah hari kemerdekaan setahun kemarin, film Jendral Soedirman dirilis sebagai hadiah untuk mengingat hari jadi Republik Indonesia. Film ini disutradarai oleh Viva Westi dan Adipati Dolken ditunjuk untuk memerankan Jendral Soedirman yang terkenal dengan teknik perang gerilyanya. Untuk itu juga namanya tidak asing digunakan sebagai nama jalan di banyak kota-kota besar di Indonesia.

    6. Pantja Sila : Cita-Cita & Realita (2016)
    Film yang satu ini dijadwalkan akan tayang pada hari Rabu persis 17 Agustus 2016. Film ini disutradarai dan dibintangi sendiri oleh Tio Pakusadewo. Film drama dokumenter tentang pidato presiden Soekarno ini ditulis oleh Tino Saroengallo. Seperti judulnya film ini membahas tentang buah pemikiran Bung Karno yaitu: Pantja Sila.

    Tentu kita masih bisa memberikan daftar film tentang ke-Indonesia-an. Pertanyaannya apakah dengan menonton film-film berlatar belakang sejarah ini kita menjadi lebih nasionalisme? Menjadi lebih mencintai Indonesia?

    Di sinilah saya percaya–bila tujuan film-film ini membentuk kesadaran kolektif–bagaimana pun mencintai Indonesia atau membangkitkan rasa nasionalisme bisa dilakukan dengan banyak cara. Tidak harus didikte dengan sekelompok orang atau sekadar orang-orang yang memegang kekuasaan.

    Nah, film-film di atas mengajak kita menemukan cara sendiri untuk mencintai Indonesia. Merdeka! []

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here