More

    Warga Taman Sari Bandung : “Mereka Rampas Kehidupan Kami”

    Ressy Rizki Utari
    Seorang anak melihat rumahnya dihancurkan Satpol PP Bandung di kawasan RW 11, Taman Sari Bandung, Kamis, 22

    Bagai tersambar gledek di siang bolong, Eva harus menerima kenyataan rumahnya hancur oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung, Kamis, (12/12/2019). Isi rumah dikeluarkan paksa, tanpa ia tahu dibawa kemana.

    Eva adalah seorang perempuan paruh baya yang sudah tinggal di RW 11 Taman Sari Bandung. Ia tinggal di kawasan tersebut lebih dari 40 tahun, sejak ia masih kecil.

    “Tidak disangka, kemarin sore menjadi mandi terakhir saya di rumah, merasakan air di tanah ini. Tadi pagi mau mandi sudah ada ratusan orang di depan rumah,” ia bercerita hambar.

    - Advertisement -

    Bahkan, kata perempuan 45 tahun ini, saat mengeluarkan barang miliknya dari rumah, tak ada kompromi lagi dari Satpol PP. Aparat bahkan tidak memperbolehkannya masuk ke dalam rumah kembali.

    Eva bercerita, sebelum penggusuran terjadi, warga Taman Sari RW 11 sudah dua kali mereka mengundang Walikota Bandung Oded, untuk hadir dan bermusyawarah dengan warga. Namun Walikota tidak pernah datang. Walikota baru mengajak diskusi dengan warga setelah rumah digusur.

    “Apa lagi yang mau diskusikan, rumah kami sudah tidak ada. Saya sekarang menuntut pertanggungjawaban pada siapa saja yang bertanggung jawab menghacurkan rumah kami,” terangnya.

    Tidak hanya Eva, penggusuran ini juga mengakibatkan hilangnya tempat tinggal sebanyak 33 Keluarga. Di antara korban tersebut adalah anak-anak dan lanjut usia.

    Saat ini warga terpaksa mengungsi dengan kondisi yang serba terbatas di Masjid Al-Islam yang berada di di wilayah RW 11 Tamansari.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here