More

    OPINI

    Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Tanpa Perwakilan

    RUU PPSK yang tujuan utamanya adalah membangun protokol dalam mitigasi resiko saat hadapi krisis keuangan dan ekonomi itu tidak melihat aspek penting nilai nilai dan prinsip koperasi?

    Pendidikan Surau, dulu Ternama, sekarang Tinggal Nama

    Namun tampaknya surau yang dahulu memiliki nilai kuat dalam pembentukan karakter dan kepribadian, saat ini hanya tersisa nilai historis dan sejarah belaka. Generasi muda yang ada pada zaman ini hanya mendapatkan cerita dari orang tua dan niniak mamak mereka perihal indahnya pendidikan Surau tersebut.

    Koperasi Jalan Damai Revolusi

    Meskipun koperasi sebagai gerakan sosial memungkinkan untuk menjadi instrumen revolusi sosial secara damai secara global (di tingkat loka, nasiona, dan internasional), namun berkompromi dengan ideologi, struktur, dan sistem kapitalisme-neoliberal yang hegemonik, justru akan melemahkan gerakan koperasi tersebut.

    Politik Millenial Kritis dan Independen

    Berpolitik kritis dan independen mensyaratkan bagi para Millennial untuk memiliki kuasa atas diri mereka di antara relasi kuasa yang ada dan melingkupi mereka yaitu kuasa atas daya kritis, kuasa atas daya independensi, dan kuasa atas otoritas diri.

    105 Tahun Revolusi Bolshevik, Perjuangan Kaum Kiri Belum Selesai

    105 Tahun Revolusi Bolshevik tetap menjadi inspirasi kaum Marxis-Leninis. Meskipun awal gerakannya tidak terjadi efek domino di seluruh Eropa. Perjuangan kaum kiri belum sepenuhnya selesai. Diskursus-diskursus paska Gramsci terus dan sedang dikembangkan hingga dapat diterapkan secara praxis.

    Feminisme: Rekonstruksi Peran Gender dari Tradisional ke Modern

    Pembaharuan tidak boleh hanya berorientasi pada pihak yang akan disalahkan, titik fokus harus menyorot pada kesepahaman kedua gender dalam kesetaraan dan keadilan peran dalam masyarakat modern yang rasionalis.

    Koalisi Pendidikan Nasional Menolak RUU Sisdiknas yang Tidak Partisipatif 

    Koalisi Pendidikan Nasional (KPN) yang terdiri dari unsur mahasiswa, guru, pelajar, akademisi, pemerhati pendidikan, pegiat pendidikan masyarakat adat, pegiat pendidikan alternatif serta organisasi masyarakat sipil yang peduli terhadap pendidikan di Indonesia menolak RUU Sisdiknas yang diusung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (“Kemendikbud Ristek”) sejak Januari 2022 lalu.

    KABAR LAINYA