More

    OPINI

    Mengapa Spanyol Lebih Diinginkan Menjadi Juara Dunia 2026

    Bayangkan jutaan layar menyala secara bersamaan dari Madrid hingga Jakarta, dari Rabat sampai Santiago. Di satu sisi berdiri Argentina, juara bertahan dengan Lionel Messi yang sedang memburu akhir sempurna bagi kariernya. Di sisi lain ada Spanyol, sebuah mesin sepak bola yang datang bersama generasi baru, pertahanan nyaris tak tertembus, dan—di luar lapangan—citra politik yang membuat sebagian publik dunia merasa lebih nyaman berdiri di belakangnya.

    Menjinakkan Gurita Kapitalisme: Mengapa Koperasi Bukan Lagi Sekadar “Alternatif Pinggiran”

    Di tengah dominasi mutlak korporasi multinasional (MNC), sebuah pertanyaan besar muncul: Apakah kita ditakdirkan untuk terus tunduk pada ekosistem yang timpang ini? Jawabannya ada pada rekonseptualisasi sebuah model bisnis yang sering kali kita anggap kuno atau sekadar usaha mikro: Koperasi.

    Ketika Kampus Lambat Merespons Dugaan Pelecehan Seksual

    Ada satu kalimat yang hampir selalu muncul setiap kali dugaan pelecehan seksual mencuat di lingkungan kampus, "Kasus sedang ditangani sesuai prosedur." Kalimat itu terdengar menenangkan, formal, dan profesional. Tetapi bagi sebagian penyintas, kalimat tersebut justru sering terdengar seperti penanda bahwa mereka harus bersiap menghadapi proses yang panjang, melelahkan, dan belum tentu berpihak pada pemulihan.

    Membeli Kejujuran: Saatnya Melawan Korupsi dengan Logika Ekonomi, Bukan Sekadar Hukuman

    Ketika korupsi sudah sedemikian mengakar, dibutuhkan cara berpikir baru untuk menanganinya: selain punishment yang tepat, kita butuh pencegahan yang efektif sebelum korupsi itu terjadi. Sebab sejatinya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

    Sarjana Makin Banyak, Kenapa Mencari Kerja Justru Makin Sulit?

    Setiap tahun, ratusan ribu lulusan baru diwisuda dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka datang dengan gelar, transkrip nilai, sertifikat organisasi, hingga pengalaman magang. Namun ketika memasuki dunia kerja, banyak yang justru menemukan kenyataan yang jauh berbeda.

    Membedah Kemenangan Strategis Iran atas Amerika Serikat dan Israel

    Profesor John Mearsheimer memaparkan bagaimana Iran secara strategis berhasil memenangkan konfrontasi militer dan politik melawan poros Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kemenangan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang oleh banyak pengamat dinilai sebagai bentuk 'kapitulasi' atau dokumen menyerahnya AS di bawah tekanan geopolitik Iran.

    Mengapa “Proyek Israel Raya” Berada di Ambang Keruntuhan?

    Profesor Jeffrey Sachs, ekonom terkemuka sekaligus pakar hubungan internasional asal Amerika Serikat, memaparkan tesis yang mengejutkan namun sangat beralasan: The Greater Israel Project atau "Proyek Israel Raya" sedang menuju ambang keruntuhannya.

    KABAR LAINYA