More

    Apakah AI Gratis Bikin Mahasiswa Jadi Malas Berpikir?

    Penulis: Randy Aprialdi*

    Ilustrasi: ruang belajar Artificial Intelligence (AI) Holografis.

    Mahasiswa Indonesia kini mendapat semakin banyak kesempatan untuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan akademik. Salah satu yang terbaru, Google menawarkan akses Google AI Plus gratis selama satu tahun bagi mahasiswa Indonesia yang memenuhi syarat. 

    Penawaran tersebut tersedia hingga 31 Desember 2026 dan mencakup berbagai fitur AI untuk membantu proses belajar, riset, hingga mengolah materi perkuliahan. Kehadiran fasilitas tersebut tentu menjadi kabar menarik bagi mahasiswa. 

    - Advertisement -

    Tugas yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam untuk mencari informasi kini dapat dibantu AI dalam hitungan menit. Jurnal dapat diringkas, ide tulisan dapat dikembangkan, materi kuliah dapat dijelaskan kembali, bahkan rencana belajar bisa disusun berdasarkan kebutuhan masing-masing mahasiswa.

    Namun, kemudahan tersebut sekaligus menghadirkan pertanyaan yang lebih penting: apakah AI membuat mahasiswa semakin pintar, atau justru semakin jarang berpikir sendiri? Tidak bisa dimungkiri, AI dapat menjadi alat belajar yang sangat membantu.

    Mahasiswa dapat menggunakannya untuk meminta penjelasan mengenai konsep yang belum dipahami, mencari sudut pandang berbeda terhadap suatu persoalan, melakukan brainstorming, atau membantu menemukan struktur awal sebuah tulisan. Masalah muncul ketika AI tidak lagi digunakan sebagai alat bantu, melainkan menjadi pengganti proses berpikir.

    Misalnya, mahasiswa mendapatkan tugas membuat esai. Alih-alih membaca referensi, memahami persoalan, menyusun argumen, lalu menulis dengan pemikirannya sendiri, seluruh proses tersebut diserahkan kepada AI. Hasilnya mungkin terlihat rapi. 

    Kalimatnya terstruktur dan bahasanya terdengar akademis. Tetapi mahasiswa bisa saja tidak benar-benar memahami isi tulisan yang dikumpulkannya. Dalam jangka panjang, kebiasaan semacam ini berisiko membuat proses belajar kehilangan maknanya.

    Kampus Justru Harus Mengajarkan Cara Berpikir

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here