More

    Apakah AI Gratis Bikin Mahasiswa Jadi Malas Berpikir?

    Kampus Justru Harus Mengajarkan Cara Berpikir

    Kekhawatiran mengenai ketergantungan terhadap AI bukan sekadar persoalan mahasiswa. Pada Rabu (26/8/2026), Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menekankan bahwa perguruan tinggi perlu memperkuat perannya sebagai pusat penciptaan dan pengembangan pengetahuan di tengah perkembangan AI.

    Menurut Kemdiktisaintek, kemampuan AI dalam memperoleh, mengolah, dan menyajikan informasi dengan cepat membuat perguruan tinggi perlu kembali melihat fungsi fundamental pendidikan tinggi dalam membangun manusia dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

    - Advertisement -

    Artinya, ketika mesin semakin mudah memberikan jawaban, kemampuan manusia untuk mempertanyakan jawaban tersebut justru menjadi semakin penting. “Perguruan tinggi adalah tempat kita menyampaikan pengetahuan. Mulai dari para guru besar ke mahasiswa, dari mahasiswa ke sesama mahasiswa, dari mahasiswa ke masyarakat,” tutur Stella seperti dkutip dari situs Kemendisaintek. 

    Mahasiswa tidak cukup hanya bertanya kepada AI, “Apa jawabannya?”. Mereka juga perlu bertanya dengan kemampuan berpikir kritis tetap menjadi sesuatu yang tidak bisa begitu saja dialihkan kepada mesin. Ada satu persoalan lain yang sering dilupakan ketika menggunakan AI, yaitu AI bisa menghasilan jawaban yang keliru.

    Sebuah jawaban dapat terdengar meyakinkan sekaligus mengandung informasi yang tidak akurat. Karena itu, mahasiswa tetap perlu membaca sumber asli, memeriksa data, dan melakukan verifikasi. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika AI digunakan untuk tugas akademik.

    Mahasiswa yang langsung menerima setiap jawaban AI sebagai kebenaran berpotensi kehilangan kemampuan untuk membedakan informasi yang valid dan informasi yang menyesatkan. Sebaliknya, mahasiswa yang mampu menggunakan AI sambil tetap melakukan pemeriksaan justru dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari teknologi tersebut.

    Kekhawatiran mengenai ketergantungan terhadap AI bukan berarti mahasiswa harus kembali mengerjakan semuanya secara manual. Justru, kemampuan menggunakan AI secara tepat kemungkinan akan menjadi bagian penting dari keterampilan akademik dan profesional ke depan.

    Beberapa perguruan tinggi bahkan mulai menyusun aturan penggunaan AI. Institut Seni Indonesia Yogyakarta, misalnya, tengah menyiapkan regulasi mengenai etika pemanfaatan AI dalam kegiatan pembelajaran dan penciptaan karya. Regulasi tersebut tetap menekankan pentingnya kemampuan fundamental, praktik, serta pemikiran orisinal manusia.

    Dengan demikian, persoalannya bukan AI atau manusia, melainkan bagaimana keduanya dapat bekerja bersama tanpa membuat manusia kehilangan kendali atas proses berpikirnya.

    Gunakan AI untuk Membantu, Bukan Menggantikan

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here