
MATA PISAU
Randslam
Verse 1:
Ketikan jari jemari liar di hari-hari
Ketika tali temali ikat di hati, hati
Tersimpul, tersinggung, hilang di batin batil
Bagiku, pelipur, dia di balik tabir
Diam di balik satir, diam dibalik maid
Pesona tiap persona diam di balik bait
Diam di balik baik, tak akan hati berbohong
Kafilah berlalu biarkan anjing menggonggong
Karena, di akhirnya masing-masing, tiap-tiap
Jalan mana yang kau pilih semua mati siap-siap
Lihat liang lahat, tidak bisa tahan
Waktu terus berjalan tak akan kau bisa paham.
Verse 2:
Menyilaukan, keterangan dalam kicau
Bertebaran rasa risau, menelaah mata pisau
Lalu kalut dibalut oleh ragu bertaut
Sudah terlanjur basah kala gayung bersambut
Berkabung, bergabung, jabat tangan yang jatuh
Dan jalur dua arah yang kau pilih
Dua langkah harakiri, doa langka yang kau kirim
Harap di mikrofon bergema di dalam diri
Blums
Waktu datang membawa jawaban
Dari mata pisau yang kau genggam
Meramu marahmu menjadi senjata
Racun mengalir sesak di kepala
Meramu marahmu, menuju nirwana
Dua sisi yang abadi, saru menyatu melekat di dalam diri
Rasa yang runtuh, peluh berlabuh,
Hati mengeruh coba meramu marahmu
Randslam
Do’a langka yang kau kirim, harap modal jampi-jampi
bertolak belakang macam pose jump street dan tim
Dengan ragam ketimpangan terasa berat hati tambah di timbangan
Timpakan, limpahkan, semua rintangan
biar kulewati cara luar biasa
Di luar binasa, di luar tiada
Tak ikut cari cara tak tiru akibatnya
Dan kiblatnya, condong melenceng
Semua yang diingin digondol mentereng
Tak omong ditenteng, maka apa yang diraih
Semua diingini maka semua jadi raib






