
Sementara itu, Kepala Program Studi Doktor Manajemen UKI, Prof. Lis Sintha, menegaskan bahwa pembentukan program ini tidak semata menjawab kebutuhan internal kampus, melainkan tantangan global terkait kompleksitas tata kelola organisasi modern.
Ia menyebut pendekatan GRCS (governance, risk, compliance, sustainability) menjadi kekhasan utama kurikulum Doktor Manajemen UKI. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, belum banyak perguruan tinggi penyelenggara Doktor Manajemen yang secara spesifik mengusung pendekatan tersebut, khususnya bagi organisasi sosial dan nirlaba.
“Memang kekhasan kita memang di situ (GCRS). Kita sudah survei ke berbagai perguruan tinggi yang punya program Doktor Manajemen yang mereka belum memiliki kekhasan itu. Dan yang kedua, keunikan kita juga kita memikirkan bagaimana yayasan-yayasan lembaga sosial itu, mereka juga bagaimana mengetahui apa sih GRCS itu. Itulah keunikan kita,” jelasnya.
Menurut Prof. Lis Sintha, tantangan organisasi modern menuntut kepemimpinan yang tidak hanya bertumpu pada pengalaman praktis, tetapi juga memiliki fondasi keilmuan yang kuat, khususnya dalam pengelolaan risiko dan tata kelola berkelanjutan.
“Kalau pimpinan hanya praktis tanpa ilmu, itu sangat kurang. Maka Doktor Manajemen ini menawarkan keilmuan GRCS,” ujarnya seperti dikutip dari Tribun News.
Ia juga menilai penerapan GRCS di Indonesia masih relatif terbatas, padahal kebutuhan pengelolaan risiko semakin mendesak di berbagai sektor, mulai dari korporasi, pemerintah, perguruan tinggi, hingga organisasi non-profit.
“Melalui dengan GRCS ini, bagaimana mengelola tata kelolanya dengan baik, bagaimana mengelola risikonya, bagaimana mengelola atau mematuhi peraturan, dan keberlanjutannya bagaimana. Itu sangat perlu, makanya ilmu itu sangat penting bagi para pimpinan-pimpinan perusahaan,” katanya.
Ke depan, lulusan Program Studi Doktor Manajemen UKI akan memiliki tiga profil utama, yakni Doktor GRCS Korporasi, Doktor GRCS Finansial, serta Doktor GRCS untuk Organisasi Sosial dan Nirlaba. Mahasiswa juga dapat memilih konsentrasi sesuai minat, seperti sumber daya manusia, pemasaran, hingga keuangan.
Sejak diumumkan, peluncuran Program Studi Doktor Manajemen UKI mendapat respons positif dari publik, ditandai dengan tingginya minat dan antusiasme calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi doktoral di bidang manajemen berbasis tata kelola dan keberlanjutan.






