
BANDUNG, KabarKampus – Kiprah akademisi Indonesia kembali mendapat sorotan di tingkat internasional. Dosen Program Studi Manajemen Universitas Islam Bandung (UNISBA), Assoc. Prof. Dr. Hendrati Dwi Mulyaningsih, dipercaya memegang peran strategis sebagai Chairperson 1 pada sesi ilmiah bertema “AI, Blockchain and Business (BP-1)” dalam ajang Thailand Halal Assembly 2025 yang digelar pada 18–19 Desember 2025 di Al Meroz Hotel, Bangkok.
Penunjukan tersebut tercantum dalam agenda resmi konferensi hari kedua, Jumat (19/12), yang mencakup rangkaian Welcoming Academic Presentation serta sesi presentasi ilmiah lintas negara. Dalam klaster BP-1, Dr. Hendrati bertanggung jawab memimpin jalannya forum, menjaga alur presentasi tetap efektif, serta mengarahkan diskusi dan sesi tanya jawab agar berlangsung substantif dan terfokus.
Kepercayaan ini menjadi indikator meningkatnya reputasi akademisi Indonesia, khususnya di bidang manajemen dan inovasi bisnis yang bersinggungan langsung dengan isu-isu mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, serta transformasi model bisnis dalam ekosistem industri halal global.
Kehadiran UNISBA di forum tersebut juga mempertegas komitmen institusi dalam memperluas jejaring internasional, meningkatkan kualitas riset, dan berkontribusi aktif pada diskursus keilmuan global. Dalam sesi yang dipimpinnya, para peneliti dari berbagai negara mempresentasikan hasil riset dengan format ringkas dan dinamis. Setiap pemateri memperoleh ruang presentasi yang diikuti diskusi terarah, sehingga forum berjalan padat, interaktif, dan kaya perspektif.
Topik AI dan blockchain dinilai semakin relevan, terutama dalam menjawab tantangan transparansi rantai pasok, efisiensi proses bisnis, penguatan tata kelola, hingga isu kepercayaan dalam industri halal. Selain mewakili UNISBA, keterlibatan Dr. Hendrati juga terhubung dengan jejaring akademik yang lebih luas melalui Research Synergy Foundation.
Hal ini menegaskan peran strategis akademisi Indonesia dalam menjembatani riset, kebutuhan industri, serta pengembangan kebijakan. Posisi sebagai chairperson bukan sekadar simbolik, melainkan amanah untuk menjaga mutu dan kualitas diskusi ilmiah—cerminan dari kompetensi dan kredibilitas profesional.
Capaian ini diharapkan mampu menginspirasi sivitas akademika dan generasi muda Indonesia bahwa kontribusi ilmiah memiliki ruang luas di panggung global. Lebih jauh, partisipasi UNISBA di Thailand Halal Assembly 2025 memperkuat pesan bahwa perguruan tinggi Indonesia siap menjadi aktor penting dalam percakapan internasional mengenai masa depan industri halal yang kian bertumpu pada inovasi teknologi dan tata kelola berbasis data.
Kampus Berbasis Nilai Islam dengan Akses Pendidikan Beragam
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






