
MAKASSAR, KabarKampus – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali mengukuhkan puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas melalui rangkaian yudisium program sarjana yang digelar pada Sabtu, (31/1). Sebanyak 98 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) resmi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana.
Di lingkungan FKIP Unismuh Makassar, sebanyak 53 mahasiswa dikukuhkan sebagai Sarjana Pendidikan (S.Pd) dalam prosesi yudisium yang berlangsung di Mini Hall FKIP. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya seluruh tahapan akademik mahasiswa lintas program studi di fakultas tersebut.
Acara dihadiri pimpinan fakultas, pimpinan program studi, serta tenaga kependidikan. Wakil Dekan III FKIP Unismuh Makassar, Dr. Muhammad Nawir, M.Pd, dalam pengajian yang disampaikannya menegaskan bahwa yudisium memiliki makna lebih dari sekadar seremoni akademik.
Menurutnya, gelar Sarjana Pendidikan membawa konsekuensi moral yang besar bagi para lulusan. “Hari ini saudara-saudara di-yudisium dan disematkan gelar Sarjana Pendidikan. Artinya, di pundak Anda melekat amanah dan tanggung jawab untuk menjadi pendidik,” ujar Nawir seperti dikutip dari Kabar Unismuh.
Ia juga menekankan bahwa profesi guru merupakan profesi mulia yang menuntut kesabaran dan integritas tinggi. “Semua profesi membutuhkan kesabaran, tetapi profesi pendidik membutuhkan kesabaran dua sampai tiga kali lipat. Karena itu, kesabaran dan integritas harus menjadi fondasi utama,” katanya.
Keberhasilan seorang pendidik, tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter dan keteladanan. Ketua Program Studi Teknologi Pendidikan Unismuh Makassar, Dr. Nasir, menyampaikan bahwa 53 lulusan FKIP tersebut berasal dari enam program studi.
Seluruh peserta yudisium dinyatakan lulus dengan capaian akademik yang sangat memuaskan. Pada periode Januari 2026, IPK rata-rata lulusan FKIP mencapai 3,71. Rincian peserta yudisium FKIP meliputi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebanyak 3 orang, Pendidikan Matematika 2 orang, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 17 orang, Pendidikan Bahasa Indonesia 12 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 13 orang, serta Pendidikan Sosiologi 6 orang.
Capaian tersebut dinilai mencerminkan keseriusan mahasiswa dalam menyelesaikan studi sekaligus efektivitas proses pembelajaran di FKIP Unismuh Makassar. Sementara itu, Wakil Dekan I FKIP Unismuh Makassar, Dr. Andi Husniati, yang mewakili Dekan, menegaskan bahwa yudisium bukanlah titik akhir perjalanan akademik.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua yang telah memberikan dukungan, doa, dan pengorbanan selama proses pendidikan berlangsung. “Ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan Anda. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan umat,” ujar Dr. Andi.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






