
BANDUNG, KabarKampus – UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam penguatan kualitas pendidikan tinggi dan kolaborasi strategis. Hal ini tercermin melalui penerimaan audiensi koordinasi program Edu-Open Collaboration Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Tahun 2026 sekaligus capaian prestasi nasional sebagai peringkat pertama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) versi Webometrics Februari 2026.
Audiensi koordinasi program Edu-Open Collaboration berlangsung di Gedung O. Djauharuddin AR, Rabu (4/2/2026), dan diterima langsung oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, bersama jajaran pimpinan universitas. Hadir mendampingi antara lain Wakil Rektor III Prof. Dr. Husnul Qodim, M.A., Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., serta unsur pengelola kemahasiswaan dan alumni.
Sementara itu, Bank Indonesia Jawa Barat diwakili oleh Deputi Direktur BI Jawa Barat Cecep Ridwan, bersama jajaran dari Unit Kehumasan dan Unit Ekonomi Syariah BI Jawa Barat. Dalam pertemuan tersebut, Cecep Ridwan menegaskan komitmen Bank Indonesia Jawa Barat dalam memperkuat peran bank sentral melalui pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan literasi ekonomi masyarakat.
“Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis dan berkelanjutan dengan berbagai perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan dinamika perekonomian,” jelasnya seperti dikutip dari situs UIN SGD.
Ia memaparkan bahwa sinergi BI dengan perguruan tinggi diimplementasikan melalui berbagai program edukasi dan pengembangan kapasitas, termasuk Beasiswa Bank Indonesia, pembinaan komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI), magang, riset, hingga kompetisi kebanksentralan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkecil jarak antara dunia akademik dan praktik kebijakan ekonomi.
Khusus di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kerja sama yang telah dan akan dijalankan meliputi penerima Beasiswa BI 2025, program MADANI (Magang Berdampak Industri Halal Indonesia), magang reguler, Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ), CBP Rupiah Championship, QRIS Jelajah Indonesia, serta program Bank Indonesia Mengajar.
“Program ini mencakup peran BI sebagai narasumber maupun pengajar pada kuliah tamu dan praktik profesional, dengan materi seputar kebanksentralan seperti moneter, inflasi, sistem pembayaran, pengelolaan uang rupiah, hingga ekonomi digital, yang terintegrasi dalam kurikulum resmi perguruan tinggi,” paparnya.
Di bidang riset, Bank Indonesia Institute juga membuka peluang hibah penelitian melalui skema Research Grant Bank Indonesia Tahun 2026 yang berfokus pada tema pertumbuhan ekonomi, keuangan digital, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






