
JAKARTA, KabarKampus – Perjalanan panjang Prof Angel Damayanti, S.IP., M.Si., M.Sc., Ph.D., di Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengantarkannya pada tonggak baru sebagai Rektor UKI periode 2026–2030. Ia tercatat sebagai rektor perempuan termuda pertama di kampus yang berdiri sejak 1953 tersebut, melalui proses pemilihan yang berlangsung secara demokratis.
Pengukuhan Prof Angel dilaksanakan di Auditorium Grha William Soeryadjaya, UKI Cawang, Jakarta, dan dihadiri civitas akademika serta sejumlah tamu undangan, Jumat (13/2). Dalam suasana penuh haru, ia menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk membawa UKI memasuki fase pengembangan baru.
“Saya senang dan terharu dengan pelantikan hari ini. Terlebih setelah diberi kekuatan melalui Firman Tuhan, serta adanya dukungan dari civitas akademika UKI dan lainnya. Itu membuat saya yakin untuk menghadapi tantangan kedepan, di mana kita akan bekerja bersama untuk menggapai UKI EMAS,” kata Prof Angel seperti dikutip dari In News
Sebagai akademisi dengan rekam jejak nasional dan internasional, Prof Angel dikenal tegas, disiplin, sekaligus humanis. Pengalamannya mencakup dunia pendidikan, penelitian, hingga peran sebagai analis strategi dan pengamat isu domestik maupun global.
Dalam pidato perdananya, ia menegaskan bahwa kepemimpinannya merupakan bentuk pelayanan, selaras dengan motto UKI, “Melayani, bukan dilayani”. “UKI tidak hanya mengejar peringkat, tetapi makna,” cetusnya.
Di tengah percepatan perkembangan teknologi, kemunculan kecerdasan buatan (AI), serta tantangan menjaga integritas pendidikan dan persaingan global, UKI menetapkan arah baru melalui visi operasional UKI EMAS (Empowerment, Meaningful, Agile, Sustainable) untuk periode 2026–2030.
Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut menjadi kompas transformasi UKI berbasis nilai Kristiani, komitmen pelayanan, serta Pancasila. “Arah kebijakan UKI kami rumuskan dalam visi UKI unggul menjadi ‘UKI EMAS’. Ini menjadi kompas transformasi pada nilai Kristian, komitmen pelayanan dan Pancasila,” kata Profesor Angel Damayanti.
Menurutnya, gagasan tersebut lahir dari refleksi atas capaian kampus dan pertanyaan strategis tentang arah masa depan UKI. “Waktu rapat kerja tahun lalu, muncul pertanyaan besar, setelah UKI dinilai unggul, kita mau kemana? Dari situ muncul gagasan ‘UKI EMAS’ sebagai arah pengembangan kampus,” ujar Angel.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






