More

    IPB Berkolaborasi dengan Industri Perkuat Rantai Pasok Kelapa dan Sediakan Ribuan Kursi pada SNBT 2026

    Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). (Foto: masuk-ptn)

    BOGOR, KabarKampus – Institut Pertanian Bogor (IPB University) terus menunjukkan peran strategisnya, baik dalam penguatan sektor industri berbasis riset maupun dalam membuka akses pendidikan tinggi melalui seleksi nasional. Bersama PT Sasa Inti, IPB menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk penguatan kapasitas rantai pasok dan model kemitraan penyediaan bahan baku kelapa berbasis kerja sama pentahelix. 

    Forum ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan daya saing komoditas kelapa nasional. Chief Manufacturing Officer Sasa, Snowerdi Sumardi, menegaskan bahwa kelapa memiliki peran penting, tidak hanya sebagai bahan baku industri, tetapi juga sebagai sumber penghidupan masyarakat.

    “Kelapa bukan hanya bahan baku industri, tetapi juga sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, penguatan rantai pasok harus dirancang secara komprehensif agar mampu menjawab tantangan pasar sekaligus memberi nilai tambah yang adil bagi petani,” ujarnya seperti dikutip dari SWA (9/4).

    - Advertisement -

    Ia mencontohkan wilayah Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, sebagai salah satu sentra produksi kelapa nasional dengan luasan perkebunan puluhan ribu hektare dan produksi yang signifikan setiap tahunnya. Sejalan dengan kerangka keberlanjutan perusahaan, Sasa juga telah menjalankan program pemberdayaan petani sejak 2024. 

    Program tersebut meliputi penguatan kemitraan hulu-hilir, edukasi agronomi modern, serta pendampingan untuk menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku. Dari sisi akademik, IPB memandang sinergi dengan dunia industri sebagai langkah penting dalam mendorong hilirisasi hasil riset.

    “Kolaborasi IPB dan Sasa merupakan contoh kemitraan akademisi–industri yang dapat memperkuat daya saing komoditas kelapa sekaligus mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan,” tutur Faroby Falatehan, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB.

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here