
IPB University terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan nasional sekaligus mendorong gaya hidup berkelanjutan melalui berbagai inisiatif, mulai dari penerapan work from home (WFH) hingga penyelenggaraan ajang olahraga berbasis lingkungan.
Sebagai bagian dari upaya efisiensi energi yang diimbau oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, IPB University mulai menerapkan kebijakan WFH bagi dosen dan tenaga kependidikan. Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi setiap unit untuk menentukan satu hari kerja dari rumah dalam satu pekan, dengan pilihan hari yang telah disesuaikan.
Menurut Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan, kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mendukung program efisiensi energi secara nasional. “Kami memberi dua pilihan, ada Jumat, ada Senin,” bebernya seperti dikutip dari Metro News.
Penerapan WFH telah dimulai sejak awal April 2026, mengikuti arahan pemerintah pusat. Meski demikian, IPB memastikan aktivitas akademik tetap berjalan optimal dengan memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran. “Kita juga mengikuti dan kita sudah menerapkan WFH satu hari dalam lima hari kerja untuk penghematan BBM,” ujar dia. “Pak Menteri (Mendiktisaitek Brian Yuliarto) sudah menyampaikan sejak tanggal 1 atau 2 April, dan kami sudah berlakukan sejak tanggal 6 April,” sambung dia.
Untuk mendukung hal tersebut, IPB mengadopsi sistem pembelajaran hybrid yang mengombinasikan metode daring dan luring. “Kita akan menjaga agar produktivitas tidak menurun,” ujar dia. “Kita pakai pendekatan online dan juga e-learning dengan pola pembelajaran kombinasi hybrid, daring, luring dan sebagainya,” ujar Alim meneruskan.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






