More

    Belajar Dari Jepang

    Ahmad Fauzan Sazli

    14 12 2012 Fest Jepang 02

    Seorang perempuan dari komunitas Chanoyu membuat teh untuk upacara minum teh pada Festival Budaya Jepang 2012 di kampus Unas, Jakarta, (14/12/2012). FOTO : AHMAD FAUZAN SAZLI

    - Advertisement -

    JAKARTA, KabarKampus – Banyak hal fositip yang bisa dipelajari dan diterapkan dari kebudayaan Jepang, diantaranya adalah kerja keras, tepat waktu, kerjasama, dan disiplin. Nilai-nilai itu membuat Jepang berkembang pesat seperti sekarang ini. Namun adakan nilai-nilai tersebut pada bangsa Indonesia?

    Menurut Ucu Fadilah, ketua Prodi Sastra Jepang Universitas Nasional, nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa Jepang tersebut, bukannya tidak dimiliki oleh bangsa Indonesia. Bangunan candi Borobudur menunjukkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia memiliki kedisiplinan dan sikap gotong royong sehingga mampu membangun Candi Borobudur.

    “Persoalannya nilai-nilai itu luntur karena globalisasi. Banyak anak muda yang tidak menghargai diri sendiri. Terlihat dalam kehidupan mahasiswa yang bila terlambat tidak minta maaf bahkan tidak merasa bersalah,” kata Ucu saat ditemui disela-sela pembukaan Festival Budaya Jepang, di Universitas Nasional.

    Ucu mengungkapkan perlu pemahaman nilai-nilai fositif dari bangsa Indonesia. Hal harus dilakukan sejak dini, mulai dari kaluarga dan pendidikan di sekolah. Sehingga di tengah arus globalisasi anak muda Indonesia tidak kehilangan identitasnya dan lebih percaya diri sebagai bangsa Indonesia.

    Dengan kegiatan festival budaya Jepang di Unas ini diharapkan mahasiswa dapat melihat hal-hal positif dari Jepang. Ucu mencontohkah, salah satu yang bisa dicontoh dari Jepang adalah cara mereka menanggulangi bencana tsunami. Dengan nilai-nilai kedisiplinan dan kerja sama yang mereka miliki, Jepang mampu menanggulangi bencana tsunami dengan cepat.

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here