Ahmad Fauzan Sazli

Mahasiswa Psikologi UNJ bermain dengan anak-anak di lokasi pengungsian GOR Otista, Rabu, (22/01/2014). FOTO : FRINO BARIARCIANUR
JAKARTA, KabarKampus – Sebanyakk 22 mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengajak bermain anak-anak di pengungsian GOR Otista, Jakarta Timur, Rabu, (22/01/2013). Mereka bermain mulai dari permainan estafet karet hingga menggambar.
“Kami ingin senang-senang aja. Biar anak-anak lupa kalau mereka lupa kalau mereka kena musibah,” kata Mia Triariana, mahasiswi jurusan Psikologi UNJ di GOR Otista.
Menurut Mia, permainan yang mereka berikan adalah adalah permainan sederhana dari psikologi pendidikan. Seperti permainan estafet karet, dimana anak-anak harus secara estafet memindahkan karet gelang dengan sedotan.
“Melalui permainan itu, kami ingin mengajak mereka kompak dan bisa berbagi dengan sesama,” jelas Mia.
Mia menjelaskan, kegiatan ini adalah bagian dari pendampingan post traumatic sindrom. Melalui pendampingan ini mereka harapkan anak-anak tidak stres dan bertambah semangat, serta dapat fokus belajar lagi.
Selain itu, Mia menuturkan bahwa, kegiatan ini anak-anak juga diajak untuk menggambar. Hal itu dilakukan agar mereka dapat melepaskan emosi mereka.
Kegiatan pendampingan anak-anak pengungsi ini merupakan agenda mahasiswa Psikologi UNJ disaat terjadi bencana.Untuk banjir kali ini mahasiswa Psikologi UNJ akan mendampingin anak-anak korban banjir hingga hari Minggu mendatang.[]






