Ahmad Fauzan Sazli

JAKARTA, KabarKampus – Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta bekerjasama dengan Japan International Cooperation Center (JICE) dan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia mengadakan Program JENESYS 2.0 ((Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youth). Program ini mengajak mahasiswa dari Perguruan Tinggi Islam (PTAI) serta mahasiswa muslim dari Perguruan Tinggi Umum (PTU) di Indonesia untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Jepang.
Kegiatan akan dilaksanakan pada 23 Februari sampai 4 Maret 2014. Program ini tidak dipungut biaya apapun alias gratis.
Idris Thaha, MA, anggota Tim Seleksi PPIM mengatakan, bahwa panitia hanya menerima 150 calon peserta yang mendaftarkan diri. Dari jumlah tersebut 96 calon peserta yang lulus seleksi berhak mengikuti program tersebut.
“Daftar 150 calon peserta akan di-posting di website PPIM UIN Jakarta (www.ppim.or.id) dan akan dihubungi melalui e-mail maupun telpon untuk verifikasi lebih lanjut dan interview mendalam,” kata Idris.
Dosen Ilmu Politik FISIP UIN Jakarta ini menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta. Diantaranya mininal mahasiswa aktif dan diutamakan semester 3 dari semua jurusan atau program studi Strata 1 dari perguruan tinggi di Indonesia.
Menurut Idris, selama berada di Jepang, peserta akan mengikti sejumlah kegaitan, antara lain, kunjungan ke beberapa perusahaan Jepang untuk mengetahui langsung cutting edge teknologi tinggi yang dikembangkan dan mengenal lebih dekat ‘made in Japan. Kunjungan ke beberapa provinsi di Jepang untuk meningkatkan pemahaman tentang kekuatan budaya, atraksi, dan nilai-nilai lokal yang ada di Jepang, dan mengunjungi arsitektur sejarah, bangunan keagamaan dan situs warisan dunia (world heritages) yang ada di Jepang.
Ia menambahkan, kegiatan ini digelar untuk mempromosikan Jepang bagi para pemuda di negara negara-negara Asia dan Oseania, meningkatkan kesadaran dan pemahaman para pemuda di negara negara-negara Asia dan Oseania tentang Japanese values.
“Kegiatan ini juga bertujuan meletakkan dasar bagi ikatan masa depan antara para pemuda dari negara negara Asia dan Oseania dengan Jepang berdasarkan sikap saling pengertian dan persahabatan,” imbuhnya.[]






