Nasir, mahasiswa UBK

Aktivis LMND menggelar aksi di depan kantor Freeport, Kuningan, Jakarta, Selasa, (10/01/2014). FOTO : NASIR
JAKARTA, KabarKampus – Sebanyak 30 Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) gelar aksi didepan gedung plaza 89, kantor Freeport, Kuningan Jakarta, Jumat (10/01/2014). Dalam aksinya mahasiswa menuntut perusahaan tambang Freeport dan Newmont membangun pabrik pemurnian tembaga emas (Smelter) di Indonesia.
Lamen Hendra Saputra, Ketua Umum LMND mengatakan, perusahaan tambang asing freeport dan Newmont merupakan perusahaan yang sudah puluhan tahun beroperasi di Indonesia. Tidak sedikit kekayaan alam dari perut bumi negeri ini dikeruk dan dibawa keluar negeri.
“Setelah berpuluh-puluh tahun keberadaannya, kini perusahaan tambang asing tersebut masih belum memiliki niat untuk menjalankan amanat UU minerba tahun 2009,” kata Lamen.
Menurut Lamen, seharusnya kedua perusahaan tersebut menjalankan UU tahun 2009 tentang mineral dan batu bara (minerba) dengan melakukan pemurnian tembaga dan emasnya melalui pembangunan smelter. Bila tidak dilakukan, masih ada BUMN yang sanggup mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut
Selain itu Lamen menjelaskan, kedua perusahaan tersebut juga diduga melakukan provokasi kepada rakyat Indonesia melalu isu PHK massal. Padahal mereka tahu bahwa yang justru akan mengalami PHK adalah perusahaan-perusahaan yang tidak melakukan smelter, seperti Cina, Korea Selatan, Taiwan, Jepang dan Amerika Serikat”
Ia menjelaskan jika semua perusahaan tambang di Indonesia mau melakukan smelter. Akan tersedia 400.000 lapangan kerja baru.
Dalam aksi tersebut selain mahasiswa melakukan orasi secara bergantian, mahasiswa juga meneriakkan yel-yel perjuangan. Aksi ini berlangsung damai.[]






