More

    Pasca Gempa Lombok, Gunung Rinjani Alami Banyak Kerusakan

    Kondisi jalur TNGR. Dok. TNGR

    LOMBOK, KabarKampus – Pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) telah melakukan survei jalur pendakian terhadap jalur pendakiann di Gunung Rinjani. Survei ini dilakukan untuk mengatuhi kondisi jalur pendakian dan sarana prasarana pasca gempa Lombok.

    Pembahasan hasil survei ini telah dilakukan oleh Basarnas, Balai Wilayah Sungai dan Ahli Geologi Dinas ESDM NTB pada 8 Oktober 2019 lalu. Mereka melaporkan kondisi sarana prasarana dan jalur pendakian Sembalun meliputi Kantor TNGR Resort Sembalun dalam kondisi rusak sedang sampai berat.

    Dalam laporan itu, terdapat 14 titik dalam kondisi longsor dan 11 titik tanah retak di sepanjang jalur pendakian Sembalun. Sementara shelter di jalur pendakian Sembalun dalam kondisi baik 12 unit, 1 unit rusak ringan, 1 unit rusak sedang, 1 unit rusak berat.

    - Advertisement -

    Kemudian mata air di Pos II Sembalun dalam kondisi baik, satu unit Pos Jaga di Pos II Sembalun dalam kondisi rusak ringan dan sebuah jembatan beton dengan rantai besi dalam kondisi rusak berat namun masih dapat dilewati. Dalam survei itu juga sampai dengan km 7.8. Jalur pendakian Sembalun terputus akibat longsor di Bukit Penyesalan.

    Senaru

    Sumber : TNGR

    Sementara itu di Senaru, menurut pantauan di lapangan, kondisi sarana prasana dan jalur pendakian Senaru, Kantor TNGR Resort Senaru dalam kondisi rusak berat. Gapura pendakian di Jebag Gawah Senaru dalam kondisi rusak ringan, pos Jaga dan toilet di Jebag Gawah Senaru dalam kondisi rusak berat serta sepanjang jalur pendakian Senaru terdapat 14 titik longsor & retakan.

    Kemudian beberapa shelter di jalur pendakian Senaru dalam kondisi rusak ringan hingga berat, tersedia mata air di Pos II namun di Pos III dan Cemara Lima tidak tersedia air serta jalur pendakian Senaru terputus akibat longsor di bawah Pelawangan Senaru. Begitu juga kondisi Jalur Budaya Torean yang sepanjang jalur budaya Torean terdapat 12 titik longsor dan retakan tanah. Jalur pendakiannya juga terputus di jalur sebelum Air Terjun Penimbungan akibat longsor

    Jalur Pendakian Belum Dapat Dibuka

    Dari hasil survei dan pembahasan tersebut, pihak TNGR menyimpulkan Jalur pendakian Sembalun, Senaru, dan Torean belum dapat dibuka untuk pendakian. Hal tersebut karena kondisi jalur pendakian belum aman. Selain itu, longsoran di Gunung Rinjani tersebut patut dijadikan bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam rangka antisipasi bencana bagi masyarakat di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Rinjani ketika musim hujan yang akan datang.

    Survey rencana rehabilitasi jalur pendakian dan fasilitas pendukung dimungkinkan dapat dilakukan setelah musim hujan selesai atau sekitar bulan Mei 2019. Dalam kondisi normal pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani menuju Danau Segara Anak diperkirakan dapat dilakukan pada tahun 2020.[]

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here