
BOGOR, KabarKampus – Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Rumah Kopi Ranin mengadakan “Sekolah Kopi” untuk mahasiswa IPB. Rangkaian kegiatan Sekolah Kopi ini digelar dari tanggal 10-11 dan 17-8 November 2018 di Teaching Lab Gizi Masyarakat, Kampus IPB Dramaga, Bogor.
Para peserta pelatihan merupakan mahasiswa baik dari program sarjana, vokasi dan pascasarjana yang telah diseleksi. Sekolah kopi ini diberikan secara gratis alias mendapat beasiswa dari Dr. Arif Satria, Rektor IPB.
Pengajarnya adalah Tejo Pramono, dari Rumah Kopi Ranin. Materi pelatihan yang diberikan adalah dasar mengenai cara meracik kopi, seperti pengetahuan dan praktik tentang citarasa dan aroma kopi (cupping) serta penyeduhan manual dan aneka kreasi penyeduhan dan penyeduhan kopi dengan alat French press hingga G60.
“Minggu pertama kita ajari citarasa dan cupping, karena sensori sifatnya memerlukan keterampilan dan kepekaan sehingga harus diasah. Citarasa dan asal usul kopi menggambarkan karakter kopi yang dihadirkan di meja pelanggan,” papar Tejo.
Sementara itu tambahnya, sampel kopi yang digunakan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu kopi Robusta Lampung, Arabika Manggarai, dan Arabika Semende. Kopi ini diambil langsung dari petani.
Menurut Tejo, ukuran bubuk kopi, suhu air dan jenis air dapat mempengaruhi cita rasa kopi. Biji kopi yang cacat juga dapat mempengaruhi citarasa kopi.
“Saya harap IPB tidak hanya menggelar Sekolah Kopi, namun sarana lain seperti belajar mengenai komoditas dan pengolahannya di industri zaman sekarang secara detail. Kurikulum mata kuliah perlu diadaptasi sehingga dapat mengikuti era sekarang. Sekolah Kopi” dapat menjadi jawaban nyata mengenai pengembangan kopi,” ujarnya.
Sementara itu Dr. Arif menyampaikan, era kini adalah eranya orang penyuka kopi dan barista adalah salah satu profesi yang bergengsi saat ini. IPB sebagai perguruan tinggi di ilmu pertanian dan pangan telah menginisiasi kursus untuk menjadi cupper dan peracik kopi.
“Sekolah Kopi dapat menjadi ajang membangun komunitas belajar kopi, karena kopi memiliki value yang semakin bagus,” ujarnya.[IPB]






