
TANGERANG, KabarKampus – Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menguji coba kapal penangkap cumi berteknologi pelat datar buatan Universitas Indonesia. Dalam pengujian ini M. Nasir berkesempatan melaut ke pesisir pantai Paku Haji, Tangerang, Selasa, 21/11/2018
Uji coba berlangsung lancar di bawah cuaca cerah berawan di wilayah pesisir pantai Paku Haji. Uji coba memakan waktu tempuh kapal dari muara ke pulau Untung Jawa pulang pergi sekitar 90 menit dengan kecepatan maksimal 10 knot.
Setelah menguji coba, Menteri Nasir merasa puas dengan kapal tersebut. Ia berharap kapal-kapal ini dapat diproduksi massal dan dapat digunakan secara luas oleh nelayan Indonesia, sehingga dapat meningkatkan daya saing para nelayan dan memperkuat sektor maritim Indonesia.
Teknologi kapal pelat datar merupakan produk hasil dari riset, pengembangan dan inovasi serta rekayasa desain dari Universitas Indonesia (UI). Kapal ini diproduksi oleh PT. Juragan Kapal Indonesia yang merupakan perusahaan startup yang bergerak di bidang produksi perkapalan, di bawah binaan Kemenristekdikti dan berkolaborasi dengan jurusan Teknik Perkapalan UI.
Adi Lingson selaku CEO PT. Juragan Kapal menyebutkan beberapa keunggulan dari kapal penangkap cumi teknologi pelat datar. Diantaranya adalah material yang lebih baik karena berbahan baja, umur pakai yang lebih lama, ramah lingkungan, 30% tenaga lebih cepat dari kapal biasa berbahan fiber, dan lebih efisien bahan bakar.
“Kapal penangkap cumi dengan teknologi pelat datar ini memiliki beberapa keunggulan dari kapal lain. Antaranya dari bahan yang terbuat dari baja akan lebih tahan lama dan ramah lingkungan, lalu umur pakai kapal yang lebih lama dari kapal jenis fiber, tenaga kapal 30% karena bentuk lambung bawah seperti sayap yang dapat menimbulkan dynamic lift, dan irit bahan bakar,” ujar Lingson.
Selain itu tambahnya, kapal pelat datar merupakan teknologi kapal inovatif yang menggunakan baja sebagai material utama. Kapal ini juga dikonstruksi dengan pelat-pelat baja datar dan tidak melewati proses pelengkungan pelat.
“Teknologi ini menghasilkan produk yang diproduksi lebih cepat dan ekonomis. Material baja yang dipakai juga akan memudahkan nelayan-nelayan kecil bisa melaut lebih jauh dengan ukuran kapal yang lebih besar,” tambahnya.
Selain M. Nasir, hadir dalam uji coba kapal pelat datar ini diantaranya Agus Rahardjo, Ketua KPK, Staf Ahli Bidang Infrastruktur Hari Purwanto, Sesjen KKP Nilanto Perbowo, Direktur PPBT Retno Sumekar, Direktur Inovasi Industri Santosa, dan Kepala BRSDM KKP Syarif Wijaya.[]






