More

    Pecinta Alam Bandung Doa Bersama Untuk Palu

    Sebanyak 250 anggota Forum Komunikasi Keluarga Besar Pecinta Alam Bandung Raya menggelar doa bersama untuk Palu di Kampus Itenas, Bandung. Dok. FK KBPA BR

    BANDUNG, KabarKampus – Sebanyak 250 anggota Forum Komunikasi Keluarga Besar Pecinta Alam Bandung Raya (FK KBPA BR) menggelar doa bersama untuk korban Bencana Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah dan Lombok. Kegiatan ini digelar di kampus Institut Teknologi Nasional (Itenas), Bandung pada Sabtu malam, (10/11/2018).

    Sebelum doa bersama digelar, para pecinta alam ini melakukan longmarch mulai dari kampus Itenas Jalan PH.H Mustofa, Jalan Cikutra, Jalan Ahmad Yani, Jalan Brigjen Katamso, dan Pahlawan. Kemudian mereka kembali ke kampus Itenas Bandung.

    Adi Prayoga Yusuf, Ketua kegiatan doa bersama mengatakan, aksi doa bersama merupakan upaya untuk membentuk sinergi antara elemen pecinta alam dan masyarakat dalam upaya mendalami operasi penanggulangan bencana. Selain itu juga menjadi ajang silaturahmi dan ajang membakar semangat teman-teman pecinta alam untuk terus mendukung operasi penanggulangan bencana.

    - Advertisement -

    “Dalam aksi doa bersama juga, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bersama sama mengangkat kedua tangan, mengharap ridho Allah dan mendukung aksi mereka,” kata mahasiswa yang akrab disapa Peye ini.

    Menurut Peye yang merupakan anggota Argawilis ISBI Bandung, mereka Pecinta Alam Bandung Raya dan sekitarnya hingga saaat ini masih terus berjuang membantu korban bencana di Lombok dan Sulawesi Tengah. Mereka bergerak sebagai relawan untuk mendapaingin masyarakat di sana.

    Sementara itu, Indyatna Ocksa Maliki, anggota Himpala Itenas menambahkan, sejak gempa di Lombok dan di Sulawesi Tengah, FK KBPA BR mengirimkan personilnya secara berkala. Mereka mencatat, ada sebanyak 15 Personil yang berada di Desa Taman Sari Kecamatan, Kabupaten Lombok Barat. Kemudian 10 personil di wilayah Palu dan Donggala.

    “Mereka juga didukung ratusan relawan di Bandung dan sekitarnya yang terus melakukan aksi penggalangan dana dan membantu operasional manajemen bantuan,” tambahnya.

    Kemudia tambah Ocska, mereka juga telah membuat program pendampingan Posko Masyarakat. Salah satu program yang didorong adalah pendataan terkait dengan kebutuhan saluran air, sandang, pangan, papan, medis, sanitasi, ekonomi dan pemetaan wilayah bencana.

    “Tahap pendataan ini akan menjadi bahan baku dalam melakukan program-program yang terkait dengan pembangunan fisik dan psikis dengan bekerjasama dnegan seluruh stakeholder,” tambahnya.

    Selain melakukan doa bersama dan longmarch, para pecinta alam ini juga melakukan monolog puisi, teatrikal, dan orasi. Selain pecinta alam Bandung Raya, kegiatan berlangsung dalam guyuran hujan ini juga dihadiri oleh pecinta alam Purwakarta, Cirebon dan Makassar.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here