More
    Home RAGAM GAYA HIDUP Tips Menghadapi Teman yang Percaya Teori Konspirasi

    Tips Menghadapi Teman yang Percaya Teori Konspirasi

    Mendapatkan informasi yang salah itu berbahaya. Sehingga bisa dimengerti kalau kamu merasa sedih ketika melihat seseorang yang dikenal membagikan unggahan teori konspirasi di media sosial.

    Dr Colin Klein, profesor rekan di Australian National University College of Arts and Social Sciences memberikan penjelasan naratif tentang mengapa suatu hal buruk terjadi. Teori ini merupakan ‘coping mechanism’ atau strategi pertahanan dalam menghadapi ketidakpastian.

    Keinginan seseorang untuk mengetahui sebab-akibat tidak terpenuhi. Sehingga seseorang tersebut mulai membuat teori.

    Dr Micah Goldwater, dosen psikologi senior di University of Sydney menyamakan teori konspirasi dengan ketika sesorang mengarang cerita dalam benak sendiri ketika seseorang tidak membalas pesannya. Namun, menurutnya tindakan ini didorong rasa takut.

    Lalu apa yang perlu dilakukan untuk menghadapi teman yang percaya teori konspirasi? Berikut adalah tips yang dirangkum dari ABC Australia :

    Coba Hindari Topik Pembicaraan

    Elizabeth Shaw, CEO yayasan Relationships Australia NSW, mengatakan memperdebatkan teori konspirasi akan berujung pada jalan buntu.

    “Jika Anda sangat tidak setuju dengan seseorang, namun mau menjaga hubungan, kadang cara terbaiknya adalah dengan berhenti membahas hal yang diperdebatkan,” kata Elizabeth.

    Kemudian berusaha memberitahu jika mereka salah menurutnya adalah usaha yang sia-sia. Karena kata Dr Klein tindakan apapun selain percaya, juga bagian dari konspirasi.

    Artinya apapun tindakan selain percaya adalah bagian dari konspirasi. Bukti apapun yang seseorang coba berikan pasti akan ditolak atau tidak meyakinkan di mata mereka.

    “Sekali seseorang sudah sangat percaya, sulit untuk meyakinkan mereka salah dengan bukti,” kata Dr Klein.

    Jangan Langsung Tolak Pembicaraan

    Bila topik ini muncul, kamu dapat mencoba menggali lebih mengapa teman atau orang dekat kamu bisa percaya sesuatu hal. Hal tersebut penting sekali untuk mengerti mengapa seseorang berpikir demikian.

    Elizabet mengungkapkan, mungkin saja karena mereka takut pada penyakit tertentu, dan dengan memelihara rasa penasaran dan terus bertanya, kamu mungkin menemukan jawabannya. Namun jika hanya fokus pada teori konspirasinya, mungkin kamu akan meremehkan dari awal, tambahnya.

    Dekati dengan Kebaikan dan Tolak Godaan untuk Mengejek

    Tidak ada seorangpun yang dianggap salah. Elizabeth mengatakan bila kamu mulai menuduh mereka aneh, mereka pasti akan membela diri sekuat tenaga.

    Daripada melakukannya, lebih baik memberitahu jika kamu tidak berusaha untuk mengubah pikiran mereka, tapi juga tidak akan mengikuti jejak mereka. Akui saja bahwa kalian memiliki pendapat yang berbeda.

    “Tanyakan pada mereka, apakah ini menjadi masalah buat kita, dan kalau iya, apa yang sebaiknya kita lakukan?” urai Elizabeth.

    Elizabeth mengatakan dengan melakukan pembahasan ini, maka akan jauh lebih memecahkan masalah, ketimbang memperdebatkan topik yang tak akan habis-habisnya.

    Kadang Lebih Baik Setuju untuk Tidak Setuju

    Elizabeth mengatakan meskipun memiliki pandangan masing-masing, seseorang tidak punya hak untuk memaksakan pendapat pada orang lain, atau memaksa agar mereka berubah. Setuju untuk saling tidak setuju mungkin adalah langkah yang tepat, jika seseorang tidak berusaha memaksa Anda untuk melakukan hal yang sama dengan mereka.

    “Jika teori seseorang mempengaruhi hubungan, atau mereka berusaha dan memaksa agar kamu mengikuti mereka, inilah situasi di mana semuanya akan makin sulit,” kata Elizabeth.

    Demi Hubungan Pertemanan, Jangan Memikirkan Perbedaan

    Menurut Elizabet, yang harus kamu tanyakan pada diri sendiri adalah : Apakah ada cara lain agar hubungan yang sudah terjalin menjadi lebih bermakna? Kemudian walaupun mereka memiliki sudut pandang berbeda, apakah mereka mengganggu kamu? Apakah mereka benar-benar meminta agar saya berubah? Atau mereka hanya minta saya untuk mendengar dan menerima pandangan mereka yang berbeda?”

    Dan kalau jawabannya adalah mereka hanya ingin didengar dan pandangan mereka diterima, berarti masih bisa diakali.

    Bagaimana apakah teman kamu ada yang percaya teori konspirasi?

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here