More

    Australia Desak Tuntutan Pidana atas Serangan Udara Israel di Gaza yang Tewaskan Relawan

    Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. (Foto: surau.co)

    AUSTRALIA, KanbarKampus – Pemerintah Australia mendesak agar dilakukan penuntutan pidana atas serangan udara Israel pada 2024 yang menewaskan tujuh pekerja bantuan kemanusiaan di Gaza, termasuk seorang warga negara Australia. Kasus ini memicu kecaman luas dan memperumit hubungan diplomatik antara kedua negara.

    Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Rabu (waktu setempat) menyatakan bahwa permintaan tersebut telah ia sampaikan langsung kepada Presiden Israel Isaac Herzog dalam pertemuan resmi di Canberra. Warga Australia, Zomi Frankcom, menjadi salah satu dari empat relawan World Central Kitchen yang tewas akibat serangan drone Israel pada 1 April 2024. 

    Tiga korban lainnya adalah warga negara ganda Amerika Serikat–Kanada, seorang warga Palestina, dan warga negara Polandia. Selain itu, tiga petugas keamanan asal Inggris juga turut menjadi korban dalam serangan yang sama. Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Herzog terkait permintaan Australia tersebut. 

    - Advertisement -

    Presiden Israel itu berada di Canberra setelah sebelumnya mengunjungi Sydney selama dua hari, termasuk menemui komunitas Yahudi yang terdampak serangan antisemit di Bondi Beach pada Desember lalu yang menewaskan 15 orang. Meski sebagian besar partai politik utama Australia mendukung kunjungan Herzog, sejumlah anggota parlemen menyatakan penolakan. 

    Mereka menuduh pemimpin Israel tersebut memicu genosida di Gaza dan memperburuk ketegangan sosial di dalam negeri. Menanggapi kritik tersebut, Albanese membela keputusan menerima kunjungan Herzog. Ia menegaskan bahwa dialog diplomatik justru menjadi kesempatan untuk menyampaikan kepentingan nasional Australia, termasuk soal tewasnya para pekerja kemanusiaan.

    Empat bulan setelah insiden serangan terhadap konvoi bantuan tersebut, penyelidikan Australia menyimpulkan bahwa serangan udara terjadi akibat kegagalan prosedural dan kesalahan di pihak militer Israel. “Itulah salah satu alasan mengapa dialog dilakukan secara saling menghormati untuk mencapai hasil dan memperjuangkan kepentingan nasional Australia,” ujar Albanese di parlemen seperti dikutip dari Naharnet.

    Albanese menyebut insiden tersebut sebagai “tragedi dan kemarahan besar,” serta menekankan pentingnya transparansi dalam investigasi yang sedang dilakukan Israel. “Kami terus mendesak akuntabilitas penuh, termasuk kemungkinan tuntutan pidana yang sesuai,” tegasnya.

    Kunjungan Herzog yang Emosional

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here