More

    Liputan6 Connect 2026 Ajak Mahasiswa Jadi Pengguna Digital Kritis di Era AI

    Edisi perdana Liputan6 Connect 2026 digelar di Aula Gedung Laboratorium Pusat Unggul Terpadu, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Kamis (12/2). (Foto: Fimela) 

    JAKARTA, KabarKampus – Program edukatif Liputan6 Connect kembali hadir pada 2026 sebagai wadah kolaborasi antara dunia kampus dan praktisi media digital. Mengusung tema “Digital Smart: Facts to Creative Content,” kegiatan ini mengajak mahasiswa memahami pentingnya literasi digital.

    Khususnya dalam mengenali misinformasi dan disinformasi di tengah derasnya arus informasi berbasis teknologi. Sebagai pembuka rangkaian tahun ini, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menjadi tuan rumah pertama dalam acara yang digelar di Aula Gedung Laboratorium Pusat Unggul Terpadu, Kamis (12/2). 

    Diskusi tersebut menyoroti urgensi verifikasi informasi sebelum disebarkan, terlebih di era kecerdasan buatan (AI) yang semakin memudahkan manipulasi konten. Sesi bertajuk “How Fact-Checking Shapes Reliable Media” menghadirkan Adhyaksa Vidi, Fact Checker Liputan6.com. 

    - Advertisement -

    Ia menegaskan bahwa kerja jurnalistik tidak berhenti pada tahap verifikasi dan publikasi, tetapi juga mencakup tanggung jawab dalam mendistribusikan konten secara etis kepada audiens. “Setiap informasi perlu diverifikasi melalui sumber yang jelas, data yang akurat, serta konteks yang utuh sebelum dipublikasikan. Kita harus cerdas dan cermat dalam menerima setiap informasi,” ujarnya seperti dikutip dari Liputan 6.

    Vidi juga menjelaskan bahwa praktik cek fakta telah berkembang melampaui kerja jurnalistik konvensional. “Jadi, kebetulan di Cek Fakta itu, lebih dari jurnalistik, beyond journalism kalau kata zaman sekarang,” ujarnya.

    Ia menuturkan bahwa profesi fact-checker telah ada sejak 1938. “Fact-checker itu pertama kali ditemukan tahun 1938 di Time Magazine. Terus berkembang, akhirnya di 2017, ada namanya International Fact-Checking Day, atau Hari Cek Fakta Internasional,” jelasnya.

    Sejak 2 Juli 2018, kanal Cek Fakta Liputan6.com resmi menjadi bagian dari jaringan global. “Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6 itu sudah tergabung dalam International Fact-Checking Network atau Jaringan Cek Fakta Internasional,” katanya.

    Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam ekosistem cek fakta. “Kita di kanal Cek Fakta gak ada yang namanya saing-saingan. Jadi, gak ada tuh cepet-cepetan naikin berita dari media lainnya. Kita justru bekerjasama di bawah koalisi Cek Fakta bersama 120 media lainnya,” ujarnya.

    Memahami Hoaks, Misinformasi, dan Disinformasi

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here