
Pelatih Manchester City, Josepe ‘Pep’ Guardiola, kembali menyuarakan sikap tegasnya terhadap berbagai konflik kemanusiaan global, termasuk penderitaan rakyat Palestina. Di tengah kritik yang ia terima karena berbicara di luar isu sepak bola, Pep menegaskan bahwa menyuarakan kemanusiaan adalah tanggung jawab setiap individu, tanpa terkecuali.
Pep menolak anggapan bahwa profesinya sebagai pelatih sepak bola membatasi ruangnya untuk bersuara mengenai isu global. Menurutnya, tuntutan agar figur publik tetap diam justru mencerminkan masalah yang lebih besar dalam masyarakat.
“Oke, kalian fokus menjadi jurnalis. Tapi apakah seorang jurnalis ekonomi hanya boleh bicara soal ekonomi? Lalu karena saya pelatih sepak bola, saya tidak boleh bicara soal kemanusiaan? Itulah yang mereka inginkan agar saya diam. Dan saya pikir itu sepenuhnya keliru,” ujar Pep Seperti dikutip dari City Ramble.
Ia menegaskan bahwa tekanan agar tetap netral atau tidak berkomentar bukanlah sikap yang bisa ia terima. “Mereka ingin saya tetap diam, tidak mengatakan apa-apa. Seolah dunia memang menginginkan itu. Tapi menurut saya justru sebaliknya.” tegas Pep.
Pep menyampaikan bahwa apa yang ia ucapkan bukanlah sesuatu yang istimewa atau provokatif, melainkan refleksi nurani sebagai manusia. “Sejujurnya, saya tidak merasa mengatakan sesuatu yang spesial. Kenapa saya tidak boleh mengungkapkan apa yang saya rasakan hanya karena saya seorang manajer?” imbuhnya.
Ia juga menegaskan sikapnya yang konsisten dalam mengecam segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil, tanpa memandang negara atau kepentingan politik tertentu. “Saya tidak setuju dengan semua pendapat, tapi saya menghormati semuanya. Yang saya katakan sederhana: ada begitu banyak konflik di dunia saat ini. Saya mengutuk semuanya. Jika orang-orang tak bersalah dibunuh, saya mengutuk itu tanpa memilih mana yang lebih penting dari yang lain.” Jelas Pep.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






