More

    Pep Guardiola Tegaskan Sikap Kemanusiaan Bersama Palestina

    Dalam sebuah konferensi pers, Pep bahkan memperluas pernyataannya dengan menyoroti penderitaan global yang kini dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat dunia berkat akses informasi.

    “Tidak pernah dalam sejarah umat manusia kita memiliki informasi sejelas sekarang. Genosida di Palestina, apa yang terjadi di Ukraina, Rusia, Sudan, di mana-mana. Semua ada di depan mata kita. Mau kita lihat atau tidak, itu adalah masalah kita sebagai manusia.” tegasnya.

    Ia menilai bahwa ketidakpedulian terhadap penderitaan tersebut bukan lagi soal ketidaktahuan, melainkan pilihan moral. “Semua itu terjadi di depan kita. Jika kita memilih untuk tidak melihatnya, itu tetap menjadi masalah kita sebagai manusia.” ucapnya.

    - Advertisement -

    Sikap Pep semakin tegas ketika ia secara terbuka menyatakan keberpihakannya terhadap Palestina. Dalam pernyataan yang memantik diskusi global, pelatih asal Spanyol itu mengatakan, “Saya tidak netral, saya adalah Palestina.” tegasnya.

    Pernyataan tersebut menjadi simbol keberanian moral seorang figur publik yang menolak diam di tengah ketidakadilan. Pep tidak hanya berbicara sebagai pelatih sepak bola kelas dunia, tetapi sebagai manusia yang memandang nilai kemanusiaan sebagai prinsip universal.Di tengah dunia olahraga yang kerap dipisahkan dari isu sosial dan politik, sikap Pep menunjukkan bahwa suara kemanusiaan dapat datang dari mana saja. Bagi banyak orang, pernyataannya bukan sekadar opini, melainkan ajakan untuk lebih peka, peduli, dan berani bersuara atas penderitaan sesama manusia.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here