
BANDUNG, KabarKampus – Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menerima kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., bersama Chief Technology Officer (CTO) Danantara Dr. Ir. Sigit P. Santosa, MSME, Sc.D., IPU., dalam peninjauan fasilitas pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Berbudaya Arcamanik, Minggu (15/3).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis riset, khususnya implementasi Reaktor Plasma Dingin yang digunakan dalam pengolahan residu sampah.
Teknologi ini dikembangkan sebagai inovasi untuk membantu memecah senyawa berbahaya dalam proses pembakaran residu sehingga lebih ramah terhadap lingkungan. Selain melakukan peninjauan lapangan, Mendiktisaintek juga berdiskusi dengan tim pengembang teknologi terkait desain sistem, efisiensi proses pembakaran, serta potensi pengembangan teknologi plasma-assisted agar dapat diterapkan secara lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Herman Suryatman, Direktur Utama PT Pindad, serta Direktur Utama PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) Gilarsi Wahju Setijono.
Dari pihak Unisba, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Unisba Dr. Ir. M. Dzikron AM, S.T., M.T., IPM., Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba Dr. Titik Respati, drg., M.Sc.PH., Kepala Pusat Pengembangan Teknologi dan Kewilayahan LPPM Unisba Dr. Imam Indratno, S.T., M.T., serta Ketua Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Prof. Dr. Ir. Ina Helena Agustina, M.T.
Dorong Pengelolaan Sampah Terintegrasi
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian menekankan pentingnya sistem pengelolaan sampah yang dilakukan secara terdesentralisasi dan terintegrasi, mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga hingga pengolahan residu di fasilitas terpadu.
“Satu kecamatan ada sekitar 100 ton sampah per hari. Kalau bagus pemisahannya, biologi, food waste, yang dibakar itu tinggal 10–20 ton per hari,” ujar Brian seperti dikutip dari situs Kemendisaintek.
Menurutnya, pemisahan sampah sejak dari sumber dapat secara signifikan mengurangi volume sampah yang harus diproses melalui pembakaran maupun dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






