Universitas Maranatha Terima Pendanaan Tujuh Penelitian
Upaya penguatan riset perguruan tinggi juga terlihat dari dukungan pendanaan pemerintah terhadap berbagai program penelitian di kampus. Universitas Kristen Maranatha menjadi salah satu perguruan tinggi yang memperoleh hibah penelitian dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kemdiktisaintek.
Sebanyak enam judul penelitian memperoleh pendanaan melalui Program Penelitian Multitahun Lanjutan Tahun Anggaran 2026 yang diumumkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) melalui surat tertanggal 6 Maret 2026. Keenam penelitian tersebut meliputi kajian di bidang kesehatan, teknologi, hingga industri kreatif, antara lain penelitian mengenai terapi osteoarthritis berbasis ekstrak tanaman, inovasi batik berbasis cerita rakyat, hingga pengembangan alat deteksi retak bangunan untuk mitigasi kegagalan konstruksi pasca gempa.
Selain itu, satu penelitian lainnya mendapatkan dukungan melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas Pengujian Model dan Prototipe Tahun 2026 yang diumumkan oleh Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan pada 9 Maret 2026. Penelitian tersebut berjudul “Prototipe Suplemen Berbahan Baku Ekstrak Kedelai, Rose, Kunyit untuk Menghambat Progresivitas Penurunan Massa Otot, Kepadatan Tulang dan Radang Sendi pada Lansia” yang diketuai oleh Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si.
Sebagai salah satu universitas dengan jumlah profesor terbanyak di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Universitas Kristen Maranatha berharap seluruh penelitian yang didukung oleh Kemdiktisaintek tersebut dapat menghasilkan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui dukungan kebijakan pemerintah, kolaborasi riset antar perguruan tinggi, serta penguatan hilirisasi inovasi, ekosistem penelitian nasional diharapkan semakin berkembang dan mampu mendorong kemandirian teknologi serta pertumbuhan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan di Indonesia.






