
JAKARTA, KabarKampus – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus menunjukkan langkah progresif dalam memperkuat daya saing institusi, baik melalui ekspansi jejaring internasional maupun penguatan tata kelola berbasis kinerja. Dua fakultas di lingkungan UNJ Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) serta Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), baru-baru ini menggelar agenda strategis yang menegaskan komitmen tersebut.
FISH UNJ menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sekaligus penandatanganan kerja sama strategis dengan National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand di Gedung K FISH UNJ, Ruang 212, Senin (2/3). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi fakultas.
Acara tersebut dihadiri Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi, Assoc. Prof. Asawin Nedpogaeo selaku Dekan Graduate School of Communication Arts Management and Innovation NIDA, jajaran Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Senat Akademik FISH, serta para Koordinator Program Studi.
Dalam sambutannya, Firdaus menekankan pentingnya kolaborasi internasional sebagai penguatan tridarma perguruan tinggi. “Kemitraan ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Kami ingin kerja sama ini berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang yang konkret mulai dari riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan program akademik lintas negara,” ujarnya seperti dikutip dari situs UNJ.
Pada forum tersebut, FISH UNJ memaparkan profil fakultas, visi kelembagaan, capaian akademik, serta agenda internasionalisasi. Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan peluang student mobility, joint research, penguatan kurikulum berstandar internasional, hingga peluang beasiswa.
Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Asawin menjelaskan peluang studi lanjut bagi lulusan FISH UNJ, khususnya Ilmu Komunikasi, melalui program magister internasional berbahasa Inggris di Thailand. “Komunikasi saat ini telah berevolusi jauh melampaui media tradisional. Ia mencakup digital marketing, data analytics, big data, hingga artificial intelligence. Karena itu, institusi pendidikan harus membangun kolaborasi lintas negara agar tetap relevan dalam dinamika global,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa sistem pendidikan di NIDA berbasis riset kuat, dengan tahapan pembelajaran yang terstruktur sebelum mahasiswa memasuki fase penelitian, sehingga membuka peluang kolaborasi riset yang berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut, kedua institusi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) sebagai payung hukum kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan meningkatkan eksposur global serta daya saing akademik FISH UNJ.
Matangkan Strategi IKU Berdampak 2026
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






