More

    IPB Perkuat Peran Kampus dalam Program Gizi dan Literasi Informasi di Era Digital

    Selain kontribusi pada sektor gizi, IPB juga menunjukkan komitmen dalam penguatan literasi informasi melalui kegiatan Edutalk “Beyond The Classroom” yang digelar di Kampus Dramaga, Rabu (6/5). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, industri, hingga lembaga independen, untuk membahas pentingnya transparansi dan kemampuan mengelola informasi di era digital.

    Menteri Keuangan RI, Dr Purbaya Yudhi Sadewa, dalam sambutan yang disampaikan melalui video, mengapresiasi inisiatif tersebut. “Saya menyambut baik kegiatan edukasi keterbukaan informasi ini sebagai momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai transparansi dan keterbukaan informasi publik, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui pemahaman yang baik, diharapkan lahir generasi yang kritis, partisipatif, dan berintegritas dalam mengawal informasi publik,” ujarnya seperti dikutip dari Kumparan.

    Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet, turut menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda di tengah disrupsi global. Ia menekankan bahwa persoalan utama saat ini bukan lagi akses informasi, melainkan kemampuan dalam mengolahnya.

    - Advertisement -

    “Permasalahannya bukan lagi soal akses informasi, melainkan kemampuan untuk mengolah dan memanfaatkannya. Kita telah memasuki era demokratisasi pengetahuan, siapa pun dapat belajar dari mana saja, termasuk melalui berbagai platform global,” jelasnya.

    Ia juga menegaskan pentingnya pengembangan keterampilan non-akademik di samping capaian akademik. “Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya IPK (indeks prestasi kumulatif) tinggi, tetapi juga kemampuan adaptasi, kolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan. Mahasiswa harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, bukan sekadar penghafal materi,” tegasnya.

    Komisioner Komisi Informasi Pusat, Samrotunnajah Ismail, mengingatkan bahwa derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan verifikasi. “Generasi muda saat ini tidak hanya sebagai konsumen informasi, tetapi juga sebagai produsen. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kemampuan literasi informasi agar dapat membedakan mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan,” ungkapnya.

    Pandangan serupa juga disampaikan oleh berbagai narasumber dari sektor industri. Mereka menekankan bahwa keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga karakter, integritas, serta kemampuan beradaptasi.

    Melalui berbagai inisiatif tersebut, IPB menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai aktor penting dalam membangun ekosistem berbasis pengetahuan. Baik melalui program pemenuhan gizi maupun penguatan literasi informasi, kampus terus mendorong lahirnya solusi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat.a

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here