More

    Ditolak Ribuan Orang, Pameran Rokok Internasional di Bali Dibatalkan

    Ahmad Fauzan Sazli

    23 02 2014 Kampanye bahaya rokok

    Ilustrasi, Anak muda Bandung Ingatkan bahaya rokok kepada warga di acara Car Free Day, Bandung, (16/02/2014). FOTO : Kompak

    - Advertisement -

    JAKARTA, KabarKampus – Pameran Inter-Tabac Asia yang rencananya akan diadakan di Bali pada tanggal 27 – 28 Februari 2014 akhirnya dibatalkan. Westfalenhallen, pihak penyelenggara pameran mengumumkan ajang pembatalan promosi produk dan teknologi rokok internasional tersebut melalui website resminya www.westfalenhallen.de/messen/intertabac-asia/en/.

    Sebelumnya, berdasarkan informasi dari pihak BNDCC-BTDC pihak penyelenggara Inter-Tabac sudah mengajukan izin penyelenggaraan kegiatan dengan melampirkan surat izin keamanan dari Kepolisian RI. Namun pelaksanaan kegiatan ini mendapat penentangan dari berbagai elemen masyarakat, khususnya organisasi pemerhati kesehatan.

    Penolakan pameran ini berlangsung melalui situs online Change.org dengan dukungan sebanyak 12 ribu orang. Diantaranya 8000 dari masyarakat Indonesia dam 3000 dari masyarakat Jerman, selebihnya dari negara lain.

    Selain itu penolakan pameran ini juga mendapat dukungan dari Gubernur Bali, Bupati Badung, dan pengelola Bali Nusa Dua Convention Center, tempat diselenggarakannya Inter-tabac Asia.

    Yosef Rabindanata Nugraha, Initiator Indonesia Bebas Rokok mengatakan, Tanpa adanya dukungan dari para aktivis pengendalian tembakau yang ada di Indonesia dan Jerman, mereka tidak mungkin berhasil.

    “Ini adalah kemenangan kita. Kepada Westfalenhallen: Kami tidak mau pameran Inter-tabac Asia! Silahkan pergi dari Indonesia dan negara-negara di Asia!” kara Yosef, Rabu, (26/02/2014)

    Ia menjelaskan, dengan dibatalkannya Inter-tabac Asia, merupakan sebuah kemajuan besar bagi Bali dan Indonesia. Namun, peluang dipindahnya pameran tersebut ke kota lain di Indonesia masih cukup besar.

    “Seperti Pemerintah Provinsi Bali, dibutuhkan komitmen dari berbagai daerah di Indonesia untuk menolak pameran rokok diadakan di Indonesia. Menerima atau mengadakan pameran rokok, sama saja menjadikan Indonesia sebagai tempat sampah bagi industri rokok dimana hampir diseluruh dunia industri rokok sudah ditolak,” terang Yosef.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here