More

    UBSI Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Dunia Nyata

    UBSI kampus Cikampek yang berlokasi di Jl. A Yani No. 5, Cikampek Kota, Karawang. (Foto: bsi.ac.id)

    KARAWANG, KabarKampus – Pengalaman kuliah tidak selalu identik dengan tumpukan teori dan presentasi di ruang kelas. Di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), mahasiswa justru didorong untuk berhadapan langsung dengan realitas dunia kerja, bisnis, dan riset sejak dini. 

    Pendekatan pembelajaran aplikatif ini terlihat dari berbagai aktivitas akademik dan non-akademik yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar melalui praktik nyata. Di UBSI kampus Cikampek yang berlokasi di Jl. A Yani No. 5, Cikampek Kota, Karawang, mahasiswa semester awal telah diperkenalkan pada dunia kewirausahaan melalui kegiatan Entrepreneur Fair yang terintegrasi dengan mata kuliah. 

    Kegiatan ini menjadi wahana praktik bisnis riil di lingkungan kampus, di mana mahasiswa tidak hanya memahami konsep usaha, tetapi juga langsung mengimplementasikannya. Melalui Entrepreneur Fair, mahasiswa dibagi ke dalam kelompok dan difasilitasi booth untuk menjalankan usaha. 

    - Advertisement -

    Ragam produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari makanan, minuman, hingga produk kreatif. Mahasiswa diberi kebebasan mengembangkan ide bisnis, menyusun konsep penjualan, serta menentukan strategi pemasaran yang sesuai dengan target pasar.

    Tidak sekadar berjualan, mahasiswa juga mempelajari aspek dasar kewirausahaan secara menyeluruh. Perhitungan modal, penentuan harga, pengelolaan stok, hingga komunikasi dengan konsumen menjadi pengalaman langsung yang memperkaya pemahaman mereka. 

    Tantangan di lapangan, seperti minimnya minat pembeli atau strategi promosi yang kurang efektif, justru menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran berharga. Karena dijalankan secara berkelompok, Entrepreneur Fair juga melatih kemampuan kerja sama dan kepemimpinan. 

    Pembagian peran, dinamika diskusi, hingga pengambilan keputusan menjadi proses pembentukan karakter yang penting bagi mahasiswa. Kepala Kampus UBSI kampus Cikampek, Mohamad Syamsul Aziz, menegaskan bahwa metode pembelajaran semacam ini dirancang untuk menjembatani dunia akademik dan realitas kerja.

    “Kami ingin mahasiswa UBSI tidak hanya kuat di teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata. Entrepreneur Fair menjadi sarana agar mahasiswa berani mencoba, berani gagal, lalu belajar memperbaiki,” ujarnya dalam keterangan.

    Pembelajaran kewirausahaan di UBSI juga diperkuat melalui keberadaan BSI Entrepreneur Center (BEC) sebagai wadah pengembangan bisnis mahasiswa secara berkelanjutan. Melalui BEC, mahasiswa memperoleh pendampingan, pelatihan, serta akses jejaring dan inkubasi usaha agar ide bisnis dapat berkembang menjadi unit usaha yang berkelanjutan.

    “BEC dirancang untuk mendorong mahasiswa belajar berwirausaha sejak usia muda, bahkan menjadi pengusaha sebelum wisuda. Di sinilah mahasiswa dilatih untuk berpikir visioner, memahami risiko usaha, serta membangun mental tangguh yang dibutuhkan dalam dunia bisnis,” kata Aziz.

    Setelah pelaksanaan Entrepreneur Fair, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan penjualan dalam bentuk makalah. Laporan tersebut mencakup konsep bisnis, perhitungan modal, hasil penjualan, hingga evaluasi laba dan rugi. Tahapan ini mengajak mahasiswa merefleksikan proses bisnis secara sistematis dan kritis.

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here