More

    Ribuan Warga Palestina Ditahan dan Kisah Seorang Ayah Mencari Keluarganya

    Warga Palestina mengadakan aksi solidaritas di depan markas Palang Merah di Kota Gaza, mengangkat foto-foto. tahanan untuk menuntut pembebasan mereka dan menyoroti kondisi sulit mereka di penjara-penjara Israel, 10 Februari 2026 (Foto: via Free Palestine Network)

    PALESTINA, KabarKampus – Situasi kemanusiaan di Palestina terus memburuk seiring meningkatnya operasi militer Israel di Gaza dan Tepi Barat. Di tengah konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023, organisasi hak asasi manusia mencatat lonjakan penahanan warga Palestina dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Menurut Klub Tahanan Palestina, sekitar 22.000 warga Palestina telah ditahan di wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, sejak dimulainya perang di Gaza. Angka tersebut mencakup mereka yang masih berada dalam tahanan maupun yang telah dibebaskan dalam kurun waktu sekitar dua setengah tahun terakhir.

    Data tersebut belum memasukkan ribuan warga yang ditahan di Gaza maupun warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan Israel. Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (12/2), organisasi yang berbasis di Ramallah itu menyebut bahwa gelombang penangkapan masih terus berlangsung dengan intensitas tinggi.

    - Advertisement -

    Dalam kurun waktu Rabu malam hingga Kamis pagi saja, sedikitnya 40 warga Palestina dilaporkan ditahan, termasuk empat perempuan, seorang anak, serta mantan tahanan. Klub Tahanan Palestina menuduh pasukan Israel melakukan kejahatan dan pelanggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya selama operasi penangkapan.

    Mereka menyebut adanya praktik pemukulan berat, intimidasi sistematis terhadap tahanan dan keluarga, penghancuran rumah secara luas, serta penyitaan kendaraan, uang tunai, dan perhiasan emas. Infrastruktur publik dilaporkan rusak, rumah-rumah keluarga dihancurkan, bahkan kerabat disebut disandera untuk memberikan tekanan kepada individu yang menjadi target penahanan.

    Di sisi lain, di Jalur Gaza, dampak perang tidak hanya tercermin dari angka penahanan, tetapi juga dari tragedi kemanusiaan yang menyisakan duka mendalam bagi para penyintas. Di kawasan Sabra, selatan Kota Gaza, Mahmoud Ismail Hammad yang dikenal sebagai Abu Ismail berdiri di atas puing-puing rumahnya. 

    Di Tengah Reruntuhan Gaza

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here