
Memasuki musim seleksi perguruan tinggi 2025, Universitas Diponegoro (Undip) tetap menjadi salah satu kampus favorit calon mahasiswa. Namun, tingginya peminat di program studi populer sering membuat persaingan sangat ketat dan memicu rasa pesimis.
Padahal, tidak semua jurusan di Undip memiliki tingkat keketatan tinggi. Sejumlah program studi justru memiliki rasio persaingan yang relatif longgar, bahkan ada yang mencapai 1:4. Strategi memilih jurusan dengan tingkat persaingan rendah bisa menjadi langkah cerdas untuk memperbesar peluang diterima.
Menariknya, meskipun tergolong sepi peminat, jurusan-jurusan ini tetap relevan dengan kebutuhan industri dan memiliki prospek karier yang menjanjikan. Data berikut dihimpun berdasarkan daya tampung dan jumlah pendaftar tahun 2025 melalui jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri.
Beberapa program studi yang memiliki tingkat keketatan paling rendah di Undip antara lain:
1. S1 Agribisnis (Kampus Batang) – Rasio 1:4
Program studi ini menjadi yang paling longgar tingkat persaingannya. Dengan daya tampung 100 kursi dan 373 pendaftar pada 2025, peluang diterima cukup besar. Mahasiswa mempelajari manajemen bisnis pertanian dan pangan modern, termasuk rantai pasok dan analisis ekonomi.
Lulusan dapat berkarier sebagai konsultan, pelaku usaha agribisnis, maupun tenaga ahli di instansi pemerintah dan BUMN.
2. S1 Fisika – Rasio 1:4
Meski sering dianggap sulit, Fisika memiliki daya tampung 210 kursi dengan 896 peminat. Mahasiswa mendalami fenomena alam, teknologi material, hingga aplikasi fisika di industri dan kesehatan. Prospek kerja meliputi peneliti, fisikawan medik, hingga sektor energi dan pertambangan.
Dominasi Jurusan Kelautan dan Perikanan
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






