More

    Analisa Rocky Gerung Terkait Teror Ketua BEM UGM

    Rocky Gerung. (Foto: Tangkapan layar youtube Rocky Gerung Official)

    JAKARTA, KabarKampus – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, menjadi perhatian publik setelah melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

    Kritik tersebut kemudian diikuti pengakuan adanya intimidasi dan teror yang ia alami. Tiyo sebelumnya menyuarakan keprihatinan atas kasus bunuh diri seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikaitkan dengan kesulitan ekonomi. 

    Ia menilai kebijakan dan prioritas anggaran negara perlu dievaluasi agar lebih berpihak pada kelompok rentan. Sejumlah bentuk intimidasi disebut dialaminya, mulai dari penguntitan, penyebaran isu tidak benar, hingga ancaman pembunuhan melalui pesan anonim. 

    - Advertisement -

    Ia mengaku bukan hanya dirinya yang menerima tekanan, tetapi juga puluhan pengurus BEM UGM. Pengamat politik sekaligus mantan dosen Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung, turut memberikan pandangannya atas situasi tersebut. 

    Ia menilai ancaman yang dialami Tiyo tidak mungkin berasal dari Presiden Prabowo Subianto. “Jadi kalau dia (Tiyo) diancam, saya enggak percaya yang mengancam itu adalah presiden. Enggak mungkin Presiden Prabowo mengancam,” katanya, dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official.

    Rocky menduga pelaku teror berasal dari kelompok yang ia sebut sebagai the fifth column atau koloni kelima, yakni pihak-pihak yang memanfaatkan situasi politik untuk keuntungan tertentu. “Mereka mau mengambil keuntungan dengan menyebar teror pada si ketua BEM ini. Jadi saya kira ketua BEM enggak usah takut bahwa yang dia alami itu adalah biasa dan semua orang mengambil risiko di dalam upaya untuk menegakkan demokrasi,” saran Rocky Gerung.

    Menurutnya, kritik yang disampaikan Tiyo merupakan ekspresi akademik yang didasarkan pada data dan opini publik, bukan kebencian personal maupun upaya makar. “Sekali lagi itu adalah pendapat akademis dengan menguji data, dengan memperhatikan opini publik. Teman ini (Tiyo) proporsional untuk mengucapkan itu di dalam kapasitas dia sebagai manusia akademis.” lanjutnya. 

    Rocky juga meminta pemerintah tidak bereaksi berlebihan terhadap kritik mahasiswa. Ia menilai suasana justru menjadi tegang karena ada pihak yang memperkeruh keadaan. “Kita sebut pikiran mahasiswa itu enggak ada urusan dengan makar, enggak ada urusan dengan kebencian personal,” tegasnya.

    Tiyo: Kritik Bukan Karena Benci

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here