
CALIFORNIA, KabarKampus – Band rock The Strokes menutup penampilan mereka pada akhir pekan kedua festival Coachella 2026 dengan nuansa berbeda (18/4). Tak hanya menghadirkan musik, mereka juga menyisipkan pesan politik melalui video yang diputar di akhir pertunjukan. Dilaporkan oleh Variety, grup tersebut menutup set dengan montase video yang menyoroti tudingan terhadap peran Central Intelligence Agency (CIA) dalam perubahan rezim di berbagai negara selama beberapa dekade.
Video tersebut kemudian diakhiri dengan cuplikan serangan militer, termasuk tayangan pemboman oleh Israel di Gaza serta Amerika Serikat di Iran. Segmen video berdurasi beberapa menit itu mengejutkan penonton, baik yang hadir langsung di lokasi maupun yang menyaksikan secara daring.
Pasalnya, penutup tersebut berbeda dari penampilan mereka pada akhir pekan pertama festival. Lagu “Oblivius” yang mengiringi momen tersebut juga menjadi sorotan. Lagu ini terakhir kali dibawakan secara langsung oleh The Strokes pada 2016.
Dalam lagu tersebut, vokalis Julian Casablancas berulang kali menyanyikan lirik, “What side you standing on?” yang memperkuat pesan reflektif dalam penampilan mereka. Saat lagu terakhir dibawakan di atas panggung dengan latar visual menyerupai masjid, layar LED raksasa di belakang band menampilkan berbagai cuplikan konflik.
Salah satunya menunjukkan serangan di Timur Tengah dengan keterangan “Over 30 universities destroyed in Iran”, serta tayangan bangunan di Gaza yang hancur dengan teks “Last university standing in Gaza”. Usai penampilan tersebut, The Strokes juga mengumumkan tur dunia yang akan dimulai pada Juni hingga musim gugur.
Salah satu jadwal penting dalam tur tersebut adalah penampilan utama di festival Just Like Heaven di Pasadena, yang juga diproduksi oleh pihak yang sama dengan Coachella. Di sisi lain, festival Coachella 2026 juga diramaikan oleh penampilan Justin Bieber yang kembali menjadi headliner.
Dalam penampilannya di Indio, California, Bieber menghadirkan sejumlah bintang tamu, termasuk Billie Eilish yang berduet membawakan lagu “One Less Lonely Girl”. Tak hanya itu, SZA juga tampil bersama Bieber membawakan lagu “Snooze”.
Penampilan tersebut semakin meriah dengan kemunculan kejutan dari Sexyy Red dan Big Sean yang turut memanaskan panggung. Rangkaian penampilan ini menunjukkan bahwa Coachella tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang ekspresi bagi musisi untuk menyampaikan pesan, termasuk isu-isu global yang tengah menjadi perhatian.






