More
    HomeUTAMAINTERNASIONAL

    INTERNASIONAL

    PPI Belanda Tuntut Akuntabilitas Atas Wafatnya Athaya

    Kabar duka datang dari komunitas pelajar Indonesia di luar negeri. Seorang mahasiswa Universitas Hanze di Groningen, Belanda, Muhammad Athaya Helmi Nasution, meninggal dunia saat bertugas mendampingi pejabat publik RI dalam kunjungan resmi ke Wina, Austria, Rabu (27/8). Organisasi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya Athaya.

    Pesan Solidaritas Palestina Residente Guncang Zócalo Meksiko

    Rapper asal Puerto Riko, Residente, berhasil mengguncang alun-alun utama Meksiko City, Zócalo, Sabtu (6/9). Menurut catatan pemerintah kota, konser gratis ini dipadati lebih dari 180 ribu penonton. Konser tersebut tak hanya menampilkan musik, tetapi juga menjadi ruang perlawanan, solidaritas, dan ingatan kolektif.

    Artis Prancis Adèle Haenel Bergabung dengan Misi Kemanusiaan Gaza

    Artis sekaligus aktivis Prancis, Adèle Haenel, ikut serta dalam Global Sumud Flotilla, sebuah misi kemanusiaan internasional yang bertujuan menembus blokade Israel di Jalur Gaza. Armada kapal ini disebut sebagai upaya terbesar sejauh ini untuk mengirim bantuan lewat jalur laut.

    Kritik, Kecaman, dan Dampak Kemanusiaan Serangan Israel ke Qatar dan Gaza

    Situasi konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melancarkan serangan udara ke ibu kota Qatar, Doha, yang menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai sejumlah lainnya (9/9). Tindakan ini menuai kritik tajam, baik dari kalangan internasional maupun pengamat politik di Israel sendiri.

    Armada Internasional Pengirim Bantuan Gaza Dibakar di Tunisia?

    Salah satu kapal yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla dilaporkan terbakar di pelabuhan Tunis. Pihak penyelenggara armada menuding kapal tersebut diserang drone dengan bahan peledak atau pembakar, meski hal ini masih dalam tahap penyelidikan.

    Aksi Mogok Makan Medis Swiss Menyoroti Genosida Gaza

    Sejumlah tenaga medis di Swiss memulai aksi mogok makan untuk memprotes perang Gaza  di depan gedung parlemen, Senin (8/9). Aksi ini menuntut pemerintah Swiss agar mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel. Para tenaga medis yang tergabung dalam gerakan Swiss Healthcare Workers Against Genocide mengenakan jas putih dengan bercak darah palsu, membawa stetoskop, dan berpuasa bergantian selama 24 jam dalam sistem estafet sepanjang masa sidang parlemen September.

    Ratusan Ribu Massa Padati Brussel dalam Aksi Solidaritas untuk Gaza

    Aksi ini diinisiasi oleh sekitar 100 organisasi dan LSM, termasuk jaringan pembangunan internasional 11.11.11, kolektif Palestina Beitna, serikat buruh sosialis dan Kristen, Solidaris, serta Serikat Yahudi Progresif Belgia. Kepolisian mencatat jumlah peserta sekitar 70 ribu orang, sementara panitia menyebut angkanya mencapai 110 ribu.

    KABAR LAINYA