More
    HomeUTAMA

    UTAMA

    Ekonomi Warisan Kolonial

    Hingga hari ini ternyata struktur ekonomi Indonesia tetap sama. Pelaku ekonomi kita ternyata 99,9 persen atau 64 juta hidupnya bergantung dari usaha skala mikro kelas gurem dan usaha kecil yang hanya kuasai ekonomi kurang lebih 18 persen. Sisanya adalah 0,1 persen terdiri dari usaha menengah dan besar yang kuasai hingga 82 an persen ekonomi kita.

    Teknologi dan Partisipasi Gen Z Jadi Solusi Bertahannya Masa Depan Agrikultur Indonesia

    Gen Z memiliki perhatian yang kuat pada SDGs, termasuk untuk lingkungan. Misalnya Potato Head, beachclub yang saat ini mengembangkan lab sampah dan hingga saat ini ramai didatangi oleh Generation Z. Maka pemangku kepentingan bisa mengeluarkan inovasi yang melibatkan Gen-Z agar sektor ini terus dilirik oleh kaum muda

    Kelas Menulis Tematik Tentang “Kedaulatan Pangan”

    Ancaman krisis pangan telah membayangi banyak negara termasuk Indonesia. Di saat yang sama pemerintah menyatakan cadangan pangan Indonesia hanya cukup untuk bertahan 21 hari. Khawatir boleh, berdiam diri jangan!

    Kepemilikan Senjata: Trump vs Biden

    Kegagalan AS dalam menjaga negaranya, membuat dunia internasional menyoroti upaya dari presiden AS saat ini dan terdahulu yaitu, Joe Biden dan Donald Trump, bagaimana perbedaan kedua pemimpin ini dalam menanggapi dan menyelesaikan kasus kontrol senjata? 

    Kelas Menulis Tematik Tentang “G20 Indonesia 2022”

    Yuk, berlatih menginterpretasi data seputar G20 dan sekaligus menuangkannya dalam bentuk tulisan artikel sederhana dengan tema "G20 Indonesia 2022, Sebuah Tinjauan Ekonomi Politik Internasional".

    Populisme dan Hancurnya Indonesia

    Perilaku sebagian elit politik, yang didukung akademisi, aktifis sosial yang ada di Indonesia yang kita lihat sama seperti yang ada di Sri Lanka. Ramai-ramai sekarang buat slogan yang sama; Menuju Negara Kesejahteraan (welfare state).

    Plutogarki

    Para kolonialis dan imperialis itu tetap menancapkan sistem kuasa politiknya melalui pemerintah, dan aparatusnya yang kita bayar dengan pajak. Sehingga dapat kita lihat hasilnya, rakyat banyak nasibnya tetap berada di bawah kungkungan para feodalist, kapitalist nasional, dan intelektuil pukrul antek anteknya.

    KABAR LAINYA