More
    HomeUTAMAPERISTIWA

    PERISTIWA

    Aktivis 98 Jawa Barat Gelar Buka Bersama Sambil Konsolidasi Menuju 2024

    "Buka Bersama Rumah 98 Jawa Barat ini menjadi gelaran konsolidasi demokrasi sebagai bentuk kesadaran kolektif, bukan sebagai individu tunggal yang sukses menjadi apapun. Bagian dari kontribusi konsolidasi gerakan sejarah yang berkelanjutan," ujar Ketua Panitia, Syaiful Ramadhan.

    UI dan Universitas Negeri Padang Kolaborasi dalam Bidang Kesehatan dan Teknologi Informasi

    Dalam kerja sama ini, pembelajaran bersama akan dilakukan bagi mahasiswa Program Studi Informatika dan Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dengan durasi waktu tertentu (maksimal 4 semester) di CEP-CCIT FTUI, atau hingga menyelesaikan kuliah.

    Kartu Indonesia Pintar Kuliah Salah Sasaran?

    Bagaimana menurut anda jika ada penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), malah kedapatan beli alat elektronik mahal, beli tablet baru, padahal sudah punya laptop, atau kedapatan nonton konser mahal?

    2 Tim Akuntansi UWM Melaju ke Semi Final Indonesia Business Management Network

    2 dari 6 tim yang dikirim oleh Universitas Widya Mataram (UWM) untuk perhelatan Indonesia Business Management Network Competition (BMN) berhasil melaju ke semifinal yang dilaksanakan pada Rabu (1/3). 2 tim kebanggaan UWM berhasil menyisihkan sekitar 200 tim lain pada babak sebelumnya hingga akhirnya berlaga di semifinal.

    42 Tahun Perjalanan UMY yang Mengesankan

    UMY berharap mampu mencetak kade-kader terbaik Muhammadiyah yang mempunyai kontribusi untuk bangsa. Terhitung mulai 2020, UMY berani mengirimkan dosen-dosen ke Eropa untuk bersekolah dengan biaya full dari UMY.

    Dipecat Prasetiya Mulya, PSI: Mario Dandy Lebih Cocok Kuliah di Lapas

    Menurut Furqan, tindakan penganiyaan terhadap anak di bawah umur tersebut jelas tidak dapat ditolerir. Piihak kampus Prasetya Mulya sendiri menganggap tindakan Dandy bertentangan dengan kemanusiaan dan melanggar kode etik.

    Guru Besar kok Kerdil?

    "Perjokian telah mendegradasi marwah Guru Besar. Budaya palsu, membuat Guru Besar menjadi kerdil. Indonesia tidak butuh Guru Besar yang kerdil", tegas Furqan AMC.

    KABAR LAINYA