More

    5 Alasan Kenapa Mahasiswa Takut Nikah saat Kuliah

    Endah Kemala

    15022013 takut nikahMasih mahasiswa udah nikah? “Waw, pasti mereka hamil di luar nikah!“ Itu yang seringkali kita dengar ketika mahasiswa memilih nikah muda ketimbang pacaran. Anggapan itu beralasan karena tidak dipungkiri kehidupan mahasiswa saat ini tidak jauh dengan seks bebas.

    Padahal bukan hanya perkara seks. Pernikahan berkaitan dengan masa depan, ibadah, keuangan, kecocokan, lingkungan sosial dan segala macam. Pernikahan menuntut bahagia dan susah bersama. Maka mahasiswa yang sudah berani menikah, adalah pasangan yang bertanggung jawab atas cinta mereka.

    - Advertisement -

    Namun tidak mudah untuk menjadi pasangan yang bertanggung jawab. Itulah kenapa banyak pasangan mahasiswa menahan gejolak asmara mereka hingga keluar ijazah kuliah.

    Berikut 5 alasan kenapa mahasiswa takut nikah saat kuliah :

    1. Kuliah Lebih Penting

    Dengan kesibukan kuliah saja para mahasiswa akan merasa sangat kerepotan. Baik karena aktivitas organisasi, kuliah yang padat dan tugas-tugas kuliah yang menumpuk. Bayangkan saja dengan kerepotan itu masih harus mengurus rumah tangga, membereskan rumah, hingga menangani permasalahan yang nanti timbul antara suami istri. Bahkan, jika anak telah lahir, mereka harus kerepotan untuk mengurusnya. Pemikiran semacam itu tentu sudah sangat mengerikan. Betapa melelahkannya mengurus rumah tangga sambil kuliah. Dikarenakan keluarga adalah hal utama dalam hidup, tentu kita akan lebih memilih keluarga dan menelantarkan kuliah. Maka sia-sialah perjuangan sang mahasiswa itu ketika masuk universitas impian dengan perjuangan melalui tahun-tahun perkuliahannya.

    2. Belum Memadai Secara Finansial

    Mungkin sebagian mahasiswa ada yang telah bekerja sambil kuliah, dan ada pula yang masih bergantung pada orangtua. Adapun mahasiswa yang sambil bekerja, tentu hal ini sangat berat. Biasanya mereka harus bekerja keras untuk mencari tambahan dalam membiayai kuliahnya. Akan sangat berat baginya jika ditambah harus menafkahi keluarga. Apalagi dengan mahasiswa yang sepenuhnya bergantung pada orangtua. Ia bahkan belum siap secara finansial, akhirnya kebutuhan keluarga masih dibebankan kepada keluarga. Ada pepatah yang mengatakan “cinta saja tidak cukup,“ atau “memang mau dikasih makan batu?

    Walaupun kita termakan dengan cinta, ada kenyataan kehidupan yang tidak bisa dipungkiri bahwa kita butuh terhadap materi.

    3. Tanggung Jawab

    Menikah berarti memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pasangan dan anak nantinya. Terutama bagi pria. Di mana tidak hanya kebutuhan materi yang harus dipenuhi, tapi bagaimana istri dan anaknya kelak harus aman, baik dari segi fisik maupun psikis. Ketika dua orang menikah, mereka akan menghadapi banyak sekali permasalahan dalam hidup, baik di dalam rumah tangga ataupun dari pihak eksternal. Ketika menjadi mahasiswa tanggung jawab mereka hanya terhadap orangtua untuk meningkatkan penghargaan mereka di mata masyarakat, serta tanggungjawab terhadap diri sendiri untuk menyelesaikan sesuatu yang mereka mulai dan inginkan sejak dulu. Jika menikah semua tanggungjawab itu harus ditanggung sepenuhnya. Begitupula dengan segala permasalahannya yang harus dapat mereka pikul.

    4.Belum Cocok

    Jika belum cocok kenapa harus menikah? Toh, kita tidak mungkin menikah asal-asalan hanya karena rasa suka sesaat, atau karena hawa nafsu yang dapat membuat kita nantinya terjerumus dalam dosa. Akan lebih baik menahan semua itu dan bersabar. Menikah bukan perkara mudah. Jika tidak ada kecocokan, maka bersiaplah untuk menjalani pernikahan seumur jagung, dan menghasilkan calon anak dengan kondisi mental yang retak dan trauma berkomitmen ketika mereka berada dalam usia orangtuanya saat ini.

    5. Tersandung Izin Orangtua

    Restu orangtua adalah hal yang sangat penting. Sedikit sekali orangtua yang mengizinkan anaknya menikah muda. “Percuma saja dikuliahkan mahal-mahal kalau kuliahnya terbengkalai.” pikir mereka. Orangtua melarang menikah kadang bukan tak merestuhi hubungan cinta anaknya tapi mereka punya pertimbangan lain. Orangtua kita sering merasa paling tahu kehidupan anaknya di masa depan.

    Jadi, menikah sekarang atau nggak, itu pilihan. Atau kamu beraninya cuman pacaran? []

    - Advertisement -

    1 COMMENT

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here