More

    80 TKI Ditangkap di Arab Saudi Pasca Kerusuhan

    ABC AUSTRALIA NETWORK

    11 06 2013 ILUSTRASI TKI ANTRI di KJRI Jeddah

    Laban Laisila

    - Advertisement -

    Seorang pekerja migran Indonesia yang saat ini mengaku berada di penjara, Andi Indra Cahoyono kepada Radio Autralia melalui sambungan telfon hari ini (12/06/2013), mengatakan dia ditahan bersama sekitar 80 orang TKI lainnya saat berusaha mengambil surat perjalanan laksana paspor (SPLP) di Konsulat RI di Jeddah.

    Hubungan sambungan telfon dilakukan secara sembunyi sembunyi diantara para tahanan TKI lainnya untuk menghindari penyitaan telfon genggam dari petugas kepolisian Arab Saudi.

    “Telfon genggam teman saya sudah diambil semua, tinggal dua tahanan yang masih bisa menyembunyikan termasuk saya dan telfon ini digunakan untuk mengabari melalui pesan singkat ke keluarga,” katanya.

    Andi Indra bercerita dirinya diangkut ke kantor polisi dengan menggunakan mobil saat sedang mengantri  masuk ke gerbang  kantor konsulat untuk mengambil surat perjalanan laksana paspor.

    Dia sudah menjelaskan ke polisi dan menunjukan ke petugas lainnya secarik resi atau surat jadwal pengambilan paspor hari itu (10/06/2013), sehari setelah kerusuhan berlangsung di konsulat.

    Namun polisi tidak percaya dan langsung mengangkut Andi.

    “Tangan saya dipegang ,kita kira hanya mau dicocokin fotonya dengan yang dikamera, ternyata bukan malah langsung dibawa,” ungkapnya.

    Dia dipaksa masuk ke dalam mobil bersama beberapa TKI lainnya ke dalam mobil berisi 4 orang, hingga disuatu tempat diminta pindah dan bergabung bersama lainnya dengan menggunakan 2 bus ke kantor polisi.

    “Di mobil saya sempat ditanya apakah saya saya datang kemarin saat kerusuhan dan saya bilang tidak, tapi cuma dicatat saja,” kata Andi Indra.

    Dia juga bercerita di kantor polisi bertemu dengan puluhan TKI lainnya dari Riyadh serta  Mekkah dan dimintai sidik jari plus difoto.

    “Setelah kita menghitung sendiri jumlahnya ada 80 orang,” lanjutnya.

    Puluhan tahanan baru mendapat makanan setelah diperiksa seharian oleh polisi.

    “Jadi satu piring gede itu dibikin untuk 10 orang, tapi tadi pagi sempat dapat roti, cuma kemarin satu hari satu malam ngga ada makanan,” cerita Andi.

    Andi Indra mengatakan sudah ada petugas dari Kedutaan yang datang untuk melihat kondisi puluhan TKI yang ditahan, hanya saja tidak ada jaminan mereka bisa dikeluarkan dari penjara.

    Pasca kerusuhan kepolisian Jeddah menambah pasukan yang berjaga jaga di sekitar kantor Konsulat RI dari yang sebelumnya 30 menjadi sekitar 100 orang.

    Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa dalam konferensi pers kemarin menjelaskan saat ini kepolisian setempat menetapkan wilayah steril di sekitar konsulat dalam radius 200 meter dan tidak diperbolehkan ada kerumunan kecuali antrian.

    Sementara Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto menghimbau agar para TKI  yang berada disana agar tidak melakukan tindakan provokatif yang bisa memicu kerusuhan kembali.

    Kerusuhan dua hari lalu dipicu dari ketidakpuasan ribuan perkeja migrant yang sedang mengantri untuk mendaftar mendapatkan pemutihan dokumen buat mereka yang overstay terkait tawaran amnesti dari pemerintah Arab Saudi.

    Mereka sempat membakar satu pos penjaga di depan gerbang konsulat dan akibat kerusuhan itu seorang TKI tewas.

    Pemerintah Indonesia telah mengirimkan tim untuk mengevauluasi dan membantu  pelayanan dokumen di Jeddah. []

    SUMBER : RADIO AUSTRALIA

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here